KESAKSIAN SUSAN TJIA
Saya ingin membagikan kesaksian saya untuk memberkati teman-teman seiman terutama untuk yang senang melayani. Saya sudah percaya kepada Tuhan sejak SD, oleh Anugrah Tuhan tentunya karena saat itu keluarga saya belum didalam Tuhan, saya mengenal Tuhan melalui sekolah. Saat ini saya sudah pelayanan digereja dan juga tergabung dengan satu yayasan misi, kami sering melayani para yatim piatu, janda-janda, para jompo, dll
Suatu hari ketika yayasan kami mempunyai rencana untuk melayani orang-orang ex kusta di rumah sakit tangerang, karena saya memang tergabung dalam yayasan itu, saya langsung menyetujui dan saya ajak kakak saya untuk ikut dalam pelayanan tersebut dan kakak saya setuju.
Tetapi tidak lama kakak saya menghubungi saya dan berkata akan pikir-pikir dulu untuk ikut dalam pelayanan tersebut karena dia bilang rumah sakit itu masih merawat orang-orang yang sakit kusta dan karena sakit kusta itu bisa menular, dia tau karena dia dapat kabar dari salah seorang kakak saya yang memang tinggal didaerah tangerang itu.
Ketika saya mendengar kabar tersebut, hati saya mulai bimbang, apakah saya akan tetap ikut dalam pelayanan itu, atau lebih baik saya batalkan saja, tetapi ketika saya sedang dalam keadaan bimbang, Tuhan memberikan saya hikmat dengan satu kata-kata : PENGABDIAN
Ketika saya mendapat hikmat tersebut, saya kaget & saya mulai dibukakan kebenaran oleh Tuhan, bahwa saya ini adalah hamba Tuhan dan saya harus taat apa yang Tuan saya mau, karena saya sudah dibeli dan sudah dibayar lunas, maka saya harus menjadi hamba yang mengabdi kepada Tuannya.
Saya sungguh mengucap syukur, karena Tuhan sudah membukakan kebenaran buat saya melalui karya Roh Kudus, sehingga saya melayani dengan tidak takut atau ragu-ragu lagi, dan perlindungan Darah Yesus sempurna adanya, sehingga tidak ada satupun dari team kita yang tertular penyakit kusta itu.
Saya teringat akan satu ayat Firman Tuhan didalam 2 Timotius 2:4: Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Tuhan telah menyadarkan saya bahwa didalam pelayanan, kita harus melayani dengan pengabdian,kalau kita melayani hanya karena upah atau hal lainnya, kita tidak akan mampu melayani dengan segenap hati kita dan biasanya kita melayani dengan memilih-milih tempat pelayanan, dll
Semoga kesaksian saya bisa memberkati, sehingga hidup kita pelayanan kita berkenan dihati Tuhan.
Suatu hari ketika yayasan kami mempunyai rencana untuk melayani orang-orang ex kusta di rumah sakit tangerang, karena saya memang tergabung dalam yayasan itu, saya langsung menyetujui dan saya ajak kakak saya untuk ikut dalam pelayanan tersebut dan kakak saya setuju.
Tetapi tidak lama kakak saya menghubungi saya dan berkata akan pikir-pikir dulu untuk ikut dalam pelayanan tersebut karena dia bilang rumah sakit itu masih merawat orang-orang yang sakit kusta dan karena sakit kusta itu bisa menular, dia tau karena dia dapat kabar dari salah seorang kakak saya yang memang tinggal didaerah tangerang itu.
Ketika saya mendengar kabar tersebut, hati saya mulai bimbang, apakah saya akan tetap ikut dalam pelayanan itu, atau lebih baik saya batalkan saja, tetapi ketika saya sedang dalam keadaan bimbang, Tuhan memberikan saya hikmat dengan satu kata-kata : PENGABDIAN
Ketika saya mendapat hikmat tersebut, saya kaget & saya mulai dibukakan kebenaran oleh Tuhan, bahwa saya ini adalah hamba Tuhan dan saya harus taat apa yang Tuan saya mau, karena saya sudah dibeli dan sudah dibayar lunas, maka saya harus menjadi hamba yang mengabdi kepada Tuannya.
Saya sungguh mengucap syukur, karena Tuhan sudah membukakan kebenaran buat saya melalui karya Roh Kudus, sehingga saya melayani dengan tidak takut atau ragu-ragu lagi, dan perlindungan Darah Yesus sempurna adanya, sehingga tidak ada satupun dari team kita yang tertular penyakit kusta itu.
Saya teringat akan satu ayat Firman Tuhan didalam 2 Timotius 2:4: Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Tuhan telah menyadarkan saya bahwa didalam pelayanan, kita harus melayani dengan pengabdian,kalau kita melayani hanya karena upah atau hal lainnya, kita tidak akan mampu melayani dengan segenap hati kita dan biasanya kita melayani dengan memilih-milih tempat pelayanan, dll
Semoga kesaksian saya bisa memberkati, sehingga hidup kita pelayanan kita berkenan dihati Tuhan.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home