Wednesday, May 30, 2007

Beckham Memecah Inggris


Keputusan pelatih tim nasional Inggris, Steve McClaren, untuk memanggil kembali David Beckham tidak diJustify Fullsambut gembira oleh semua orang. Inggris terbelah dua dalam menyikapi comeback Becks ke Tim Tiga Singa.

Nama Beckham ada dalam skuad terbaru Inggris, yang akan menghadapi Brasil di laga uji coba (1/6) dan Estonia (6/6) di lanjutan kualifikasi Euro 2008. Pemanggilan Beckham ini menimbulkan pro-kontra di negeri Putri Diana.

Ada yang menerima, ada yang menolak. Yang menerima yakin Beckham akan memberikan perubahan positif ke tubuh Inggris. The Three Lions saat ini masih kepayahan dalam persaingan di Grup 5 kualifikasi Piala Eropa 2008.

Akhir-akhir ini, Beckham memberikan kontribusi besar pada kebangkitan Real Madrid di La Liga Spanyol. Ia diharapkan mampu menularkan performa itu ke tim nasional.

Sementara itu, mereka yang menolak comeback Beckham merasa tak sepantasnya McClaren menjilat ludah sendiri. Pengganti Sven Goran Eriksson ini yang dulu mencoret Becks pascakegagalan di putaran final Piala Dunia 2006.

Tim “No-Beckham England” pelan-pelan mulai terbentuk. Kembalinya Becks dianggap justru bakal merusak hasil kerja McClaren. Efeknya bisa merembet pada keharmonisan tim. Bayangkan saja apa perasaan kapten baru Inggris, John Terry, menyaksikan kapten lama mengancam posisinya.

Belum lagi pertimbangan tidak lama lagi gelandang kelahiran 2 Mei 1975 itu akan meninggalkan Eropa dan bermain di Liga Amerika Serikat. Dia akan kehilangan atmosfer kompetisi tingkat tinggi yang dibutuhkan tim sekelas Inggris.

Perpecahan terjadi di dalam staf kepelatihan Inggris sendiri. Sebelum skuad terbaru The Three Lions diumumkan, Sabtu (26/5), asisten pelatih tim nasional, Terry Venables, memberi nasihat agar McClaren tidak memanggil Beckham.

“Saya kira kita membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengalahkan Estonia di kandangnya. David jelas memiliki hal itu dan performanya sedang bagus. Itu sebabnya saya memilih dia,” ungkap McClaren seperti dilansir Sky Sports.

Hanya Jangka Pendek?

Ada perkiraan comeback Beckham hanya untuk jangka pendek. McClaren butuh segala kemungkinan solusi untuk menolong kariernya sendiri karena terancam dipecat bila The Three Lions gagal meraih angka penuh di Estonia.

Perkiraan ini muncul dari komentar McClaren ketika ditanya apakah comeback Becks akan berumur panjang atau tidak. “Pertanyaan itu untuk masa depan. Anda memang harus memiliki rencana jangka panjang, tapi sekarang kami harus menang dalam jangka pendek,” tegasnya di AFP.

Beckham sendiri menolak anggapan dia tidak akan berumur panjang lagi di tim nasional Inggris. “Bermain di Amerika tidak akan merusak saya. Saya justru akan lebih fit karena kondisi kelembapan cuaca di sana lebih berat daripada di Eropa. Saya bisa memperkuat Inggris dalam waktu yang lama”.

Di luar kontroversi pemanggilan kembali Beckham, Inggris sudah melakukan persiapan menjelang laga melawan Brasil dan Estonia dengan cukup baik. Inggris B menang 3-1 dalam pertandingan uji coba lawan Albania, Jumat (25/5).

Sorotan ekstra diberikan pada striker Michael Owen, yang absen memperkuat The Three Lions sejak Piala Dunia 2006. Namun, yang menjadi bintang justru pemain Middlesbrough, Stewart Downing. Ia memborong dua gol Inggris. (Dwi Widijatmiko)

Hasil Uji Coba (25/5)
Inggris B vs Albania 3-1 (Smith 34’, Downing 37’, 58’; Berisha 44’)
Inggris B: Carson, Neville (Jagielka 46’), Dawson, King, Shorey (Lescott 73’), Bentley (Defoe 72’), Jenas, Barry (Taylor 64’), Lennon (Downing 10’), Owen, Smith (Dyer 64’). Cadangan: Green, Nugent.
Albania: Beqaj (Hidi 78’), Vangeli, Dede, Rrustemi, Haxhi (Ahmataj 79’), Bulku, Skela (Hyka 75’), Duro (Vrapi 65’), Berisha, Muka (Murati 46’), Bushi (Sinani 72’). Cadangan: Xhafa.

Menebus Piala FA

Buat pemain tengah Manchester United, Darren Fletcher, kekecewaan karena gagal menjuarai Piala FA musim ini harus segera ditebus. Sayangnya, laga final melawan Chelsea (19/5) itu merupakan partai terakhir klubnya musim ini.

Fletcher jadi ingin menggunakan perannya di tim nasional Skotlandia untuk menebus kegagalan di Piala FA. Skotlandia masih memiliki jadwal tanding musim ini. The Tartan Army akan bertemu Austria di pertandingan uji coba (30/5) dan Kepulauan Faroe di kualifikasi Euro 2008 (6/6).

“Saya ingin segera memainkan pertandingan yang lain setelah kalah di Piala FA. Saya butuh bertanding untuk melupakan memori tersebut. Mudah-mudahan dua penampilan bagus bersama tim nasional bisa membuat saya menikmati libur musim panas,” ujar Fletcher di Planet Football.

Bagi Fletcher, dua pertandingan melawan Austria dan Kep. Faroe harus dimenangi Skotlandia. Namun, ia juga mengakui bahwa partai kedua mempunyai arti lebih penting.

“Uji coba menghadapi Austria merupakan latihan yang bagus sebelum kami menjalani misi sebenarnya di kandang Faroe nanti,” katanya. Hasil bagus mesti bisa didapatkan Skotlandia saat menghadapi juru kunci klasemen Grup B itu.

The Tartan Army kini berada di posisi kedua Grup B. Mereka mengumpulkan 12 angka, sama seperti Ukraina dan Prancis. Namun, Skotlandia bermain satu kali lebih banyak. Mereka juga masih harus menghindari kejaran Italia. (wid)




Sebuah pendapat menemukan kekuatan utuhnya
di dalam perbedaan.

Bila kita teliti mengamati, ternyata bahwa

Kita sering memperdebatkan pendapat yang sama,
hanya karena penggunaan cara yang berbeda
dalam menyampaikan pendapat,
terutama bila cara yang berbeda itu
tidak ramah bagi kebiasaan kita.

Perhatikanlah bahwa orang sering menolak pendapat kita - yang sebetulnya sama dengan pendapatnya, hanya karena dia tidak menyukai cara-cara yang kita gunakan dalam menyampaikan pendapat.

Sampai di sini, semuanya masih OK; sampai kita bertemu dengan orang yang lebih terbuka menyatakan ketidak-biasaan-nya dengan cara-cara kita yang berbeda.

Dan yang ini penting untuk diperhatikan, bahwa

Kebanyakan orang sulit memisahkan
antara orang dan cara yang digunakannya;
dan menggunakan kualitas cara
sebagai penduga kualitas pribadi.

Kita lebih menyukai orang yang pendapatnya kita tolak, tetapi yang kita sukai cara-caranya; karena di dalam kesesuaian cara itu ada sebuah harapan bagi keberhasilan upaya penyamaan pendapat.

Lalu, kita cenderung tidak menyukai orang yang cara-caranya tidak kita sukai, walau pun kita sependapat dengannya; karena di dalam perbedaan cara itu - selalu tersembunyi bibit-bibit perselisihan yang berkelanjutan.

Di dalam ruang keluarga yang berkelas seperti milist kita yang tercinta ini, kita diundang untuk bebas berpendapat dan menyikapi perbedaan dengan ramah, termasuk bersikap ramah bila ada di antara kita yang belum terbiasa dengan cara-cara yang ramah.

Kita semua sedang bergerak
dari keadaan yang belum punya, belum jadi,
dan belum bisa -
menuju keadaaan-keadaan di mana
kita punya lebih banyak dan lebih baik,
jadi yang lebih besar dan lebih anggun,
agar kita bisa memberikan
yang lebih banyak dan lebih baik,
untuk
menjadikan orang lain lebih besar dan lebih anggun.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home