Siraman Rohani !!
DVC, Divided Follower Of Christ
.
Robert dan Albert Tanoni
Inti utama Da Vinci Code (DVC, atawa bisa diplesetkan sebagai Divide Vollower of Christ, memecah pengikut Kristus) sebenarnya sederhana saja, yaitu untuk menunjukkan bahwa Kristus sebenarnya adalah seorang manusia biasa dan ia bukan Tuhan. Hal ini ditunjukkan dalam novel ini, dalam bentuk alur cerita yang apik yang terbangun dari komunikasi antara Sir Leigh Teabing, Robert Langdon dan Sophie Neveu sehingga pembaca menemukan fakta baru bahwa :
* Kristus menikah dengan Maria Magdalena, dan mempunyai seorang putri yang bernama Sarah, dari sinilah asal trah bangsawan Prancis
* adanya sejumlah konpirasi Gereja selama 2.000 tahun yang menutupi pernikahan ini dan keturunan Yesus, dan berusaha melenyapkan keturunan Yesus
* penunjukan Kristus sebagai Tuhan oleh Kaisar Konstantin dalam konferensi di Nicea
Dari tiga fakta ini pembaca dapat menyimpulkan bahwa Kristus itu bukan Tuhan, karena ia menikah dan punya anak, Ia ditunjuk sebagai Tuhan oleh manusia. Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa Ia tak lebih dari manusia belaka.
Bayangkan apa yang terjadi jika orang yang baru bertobat membaca buku ini?
Namun jangan bersedih akan hal ini, jika kita sebagai orang Kristen mau sedikit lebih jeli, maka kita dapat membuktikan bahwa ketiga hal ini salah besar, Mengapa? Mari kita lihat tiga fakta Injil berikut ini :
* Keempat penulis Injil dengan sadar memasukkan nama Maria Magdalena ke dalam Injil mereka. Maria Magdalena disebutkan sebagai salah seorang perempuan kaya yang menjadi donatur pelayanan Yesus (Lukas 8:2-3). Maria Magdalena dicatat hadir dalam penyaliban di Golgota (Matius 27:56, Markus 15:40, Yohanes 19 : 25) dan saat kebangkitan Yesus (Matius : 28:1, Markus :16:1, Lukas 24 :10 (Lukas mencatatnya sebagai Maria dari Magdala) dan Yohanes 20:1,15-16).
Patut diingat bahwa dua dari penulis Injil yaitu Matius dan Yohanes adalah murid langsung dari Yesus, merekalah yang melihat dan menjalani pelayanan bersama Yesus. Logikanya sekarang, jika memang Maria Magdalena itu merupakan aib dalam pelayanan Yesus mengapa namanya dimasukkan dalam Injil yang notabene merupakan biografi Yesus? Sebagai seorang penulis biografi baik Matius, Markus , Lukas dan Yohanes dapat mencoret nama Maria Magdalena dalam Injil dan tak perlu menuliskannya jika hal itu merupakan aib. Tapi hal itu tidak dilakukan mereka, yang berarti antara Yesus dan Maria Magdalena tak ada hubungan apa-apa selain dari hubungan seorang sahabat, dan Guru dan murid tak lebih dari itu !
* Ini hal yang paling aneh dalam DVC, novel ini mencatat terjadinya perebutan kekuasaan antara Petrus dan Maria Magdalena, yang mengakibatkan Maria Magdalena harus melarikan diri ke Prancis. Apa kata Injil mengenai hal ini? Injil Yohanes mencatat bahwa para Rasul kembali bekerja sesuai dengan keahlian mereka, untuk menghidupi kehidupan mereka. Petrus kembali menjadi nelayan, karena tak percaya bahwa Yesus telah bangkit (Yohanes 21 1-14). Kekuasaan apa yang diperebutkan? Yesus tak meninggalkan harta dan uang, semua uang dalam kas dalam bendahara sudah habis dikorupsi Yudas Iskariot (Yohanes 12:7). Kita tahu untuk membuat sebuah kerajaan atau aliran baru dibutuhkan dana yang tak sedikit. Kembalinya para Rasul ke pekerjaan lama mereka menunjukkan bahwa tak ada dana untuk menunjang mereka.
* Fakta terakhir merupakan fakta utama dan terpenting. Kesebelas Rasul kecuali Yohanes dieksekusi demi nama Yesus. Dan eksekusinya cukup mengerikan. Contoh Rasul Andreas ditarik empat ekor kuda sehingga tubuhnya tercabik, Petrus disalib terbalik, Tomas ditombak, Lukas digantung di atas kuda. Dan sekali pun setelah kematian mereka, sejarah juga mencatat bahwa banyak lagi pengikut Kristus yang dieksekusi baik di Koloseum, dijadikan obor hidup untuk menerangi kota Roma dan sebagainya. Pertanyaannya adalah kenapa mereka rela mati jika Yesus itu seorang manusia biasa? Mengapa mereka rela mati untuk Yesus yang menikah dengan Maria Magdalena (Menurut DVC)? Tentunya mereka melihat sesuatu yang luar biasa. Buat apa mereka harus kehilangan nyawa untuk suatu kebohongan besar? Tapi itulah yang dilakukan oleh kesebeas Rasul dan para pengikut Kristus sebeum konferensi Nicea. Jika itu kebohongan yang dipertahankan, maka tak akan ada Injil, tak akan ada kita Perjanjian Baru, tak akan ada pengorbanan yang begitu besar dari para orang Kristen di abad pertama sampai sekarang.
Sebelum Novel DVC banyak tulisan yang telah diterbitkan untuk meragukan Yesus, tapi semuanya mental. Novel DVC sangat berhasil karena ditujukan pada kaum awam, dan menjadi pengguncang iman yang dibungkus dengan hiburan bagi para pembacanya.
Kami berharap ketiga fakta Injil sederhana ini dapat membantu rekan-rekan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sekitar DVC yang terutama sekali berasal dari kaum muda.
TANTANGAN KEHIDUPAN ORANG PERCAYA
.
(Matius 14 : 22 -33)
Selama kita hidup di dunia ini, tantangan kehidupan itu bermuculan terus-menerus. Saya yakin Anda merasakannya. “Tantangan” kehidupan adalah bahasa positip dari “Hambatan” kehidupan. Nah , jika tantangan ini selalu ada, bagaimana kita sebagai orang percaya menerobos nya. Apakah kita hanya membiarkan tantangan ini menyerang dan berlalu begitu saja?
Sebulan terakhir ini dunia digemparkan dengan berlangsungnya kompetisi Piala Dunia Sepak Bola 2006 di Berlin. Hal ini merupakan tantangan dari banyak orang. Para pecandu Sepak Bola di luar negeri tidak segan-segan begadang setiap malam demi melihat pertandingan tim favoritnya. Termasuk teman-teman yang berada di Indonesia. Saya yakin juga meja pertaruhan juga sangat ramai. Seorang penulis dari Holand - Belanda yang bernama Mang Ucup rela membotakkan kepalanya gara-gara tim kesayangannya Jerman kalah. Nah, dalam kondisi apapun, termasuk Sepak Bola ini, selalu saja ada tantangan dari pihak lawan. Menang atau kalah demikian pilihannya. Demikian juga peristiwa yang dialami oleh murid-murid Yesus saat ini.
Tidak seperti biasa, setelah Yesus melakukan mujizat memberi makan 5000 orang, Yesus tidak langsung pergi bersama murid-muriud-Nya. Ayat 22 mencatat Ia menyuruh murid-murid-Nya naik perahu mendahului-Nya. Sementara Yesus pergi menyendiri untuk berdoa, para murid ini menghadapi tantangan karena perahu mereka yang baru berjalan beberapa mil (Dalam bahasa Yunaninya dijelaskan jarak yang mereka tempuh 25 stadi,1 stadi 190 meter, jadi kurang lebih 5 Km) dihembus oleh angin sakal. sehingga perahu yang mereka tumpangi terombang-ambing. Dalam kondisi ketidaksanggupan dan bahaya ini, apa yang harus dilakukan? Mari kita coba pelajari dari konsep Alkitab ini. Ingat, bahwa kehidupan kita seperti “bola” yang bulat dan bergulir, menang dan kalah senantiasa menanti. Tetapi orang percaya memiliki taktik khusus menghadap tantangan ini. Mari kita lihat satu persatu
1. Believe
Secara fisik manusia, Yesus tidak bersama-sama mereka, karena terbatas ruang dan waktu. Namun murid-murid Yesus bukan orang asing terhadap masalah kelautan. Perahu, gelombang pasang, angin kencang dan badai merupakan “makanan” sehari-hari mereka, karena profesi awal meraka dahulu adalah nelayan. Sebagai nelayan tentu mereka sudah berpengalaman mengatasi kesulitan ini. Namun dalam kondisi capek , lelah ditambah angin sakal yang nampaknya sangat luar biasa ini, para nelayan ini tetap saja tidak berdaya.
Sebulan yang lalu saya diberitahukan oleh pihak percetakan bahwa salah satu buku yang saya tulis telah selesai dicetak. Kali ini memang saya mencoba mengajak beberapa teman-teman lama saya terlibat mendukung dalam hal dana. Namun setelah dikalkulasikan dananya, rupanya terdapat kekurangan yang cukup banyak, dan ini diluar perkiraan saya. Hal ini disebabkan karena harga bensin yang melonjak tinggi beberapa waktu lalu, sehingga mempengaruhi harga-harga lain, misalnya kertas, tinta cetak, apalagi biaya pengiriman.
Teman saya yang bagian mengurus kas lagi ke luar kota mengikuti konprensi. Hal yang membuat agak panik adalah, bagian percetakan mengatakan beliau butuh dana secepatnya, sementara teman saya yang lagi di luar kota itu belum membalas berita. Beberapa jam kemudian saya terima sms yang berbunyi bahwa, dana “di kas masih belum cukup”. Malam itu saya susah tidur, gelisah sekali. Saya berdoa Tuhan, jika Engkau berkenan, tolong bantu nich, toh ini bukan untuk kepentingan saya sendiri”
Hari itu Sabtu, saya harus menunggu hingga Senin baru teman saya itu pulang ke Jakarta. Sorenya beliau chek ulang lagi ke Bank, di sana terlihat ada sumbangan masuk dari salah seorang bekas anak remaja saya di Luar Negeri minggu lalu. Akhirnya jumlahnya bukan hanya mencukupi, malah masih ada lebih sedikit untuk persiapan penerbitan yang akan datang. Terus terang pada saat itu saya malu sekali pada Tuhan, saya juga malu pada Anda. Di mana iman saya? Ini pengalaman saya, artinya saya yang mengerti dan tahu, serta dalam kotbah sering mengajarkan mari kita percaya , beriman, Tuhan akan mencukupi, namun baru dalam kondisi ini saya panik. Apa bedanya saya dengan murid-murid Tuhan Yesus yang panik di perahu itu? Malam itu juga saya harus bertobat dan minta ampun pada Tuhan.
2. Attention
Para murid menyadari bahwa bahaya sedang menanti, sebab kalau yang mereka hadapi angin dan ombak biasa, maka mereka pasti dapat mengatasinya. Apalagi sekarang mereka rombongan di dalam satu perahu itu. Dalam kondisi demikian tentu hati menjadi kalut dan panik, tidak konsentrasi dan tidak fokus. Perrhatiannya bukan lagi bagaimana mengatasi masalah ini, namun muncul pemikiran dan khayalan baru. Apa yang bakal terjadi nanti. Padahal kejadian-kejadian itu belum ada sama sekali. Pada waktu itu kita secara tidak sadar menghadapi masalah bertubi-tubi, bahkan frustrasi.
Ay 26 mencatat, ketika murid-murid-Nya melihat Dia di atas air, mereka terkejut dna berseru “ Itu hantu, lalu mereka berteriak karena takut” Kita juga sering demikian, tatkala tantangan serasa berat datang, kita mulai terpikir masalah yang bukan-bukan. Itu sebabnya jikalau kita tidak berfokus memperhatikan Tuhan Yesus saja, maka kita bisa stress dan depresi. Sering kali mungkin karena kita sudah lama mengikut Tuhan, lalu kondisi kita masih biasa-biasa saja. Bahkan doa yang sudah lama dipanjatkan, namun tidak kunjung ada jawaban. Hati kita mulai pasrah, hati kita mulai suam –suam kukuh. Semangat kita mulai dingin. Biasanya membaca firman Tuhan setiap hari, sekarang tidak lagi. Biasanya berdoa sekarang tidak. Pada saat kita mengurangi kebiasasn baik ini, maka akan muncul kebiassan buruk. Itu sebab perlu hati-hati. Rasul Paulus mengatakan 1 Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.
3. Learn
Bertahun-tahun murid-murid Yesus mengikuti-Nya, namun rupanya hal ini tidak menjamin mereka memahami dan mengenal siapa Yesus itu sebenarnya. Padahal mereka baru saja menyaksikan peristiwa mujizat 5 roti dan 2 ikan yang telah mengenyangkan banyak orang. Orang banyak percaya bahwa Yesus itu Juruselamat. Tetapi kalau untuk menerimanya tunggu dulu. Mereka hanya Believe , belum menmuju ke taraf trust,. Mereka hanya percaya, namun belum dalam taraf mempercayakaan.
Kembali kepada Sepak bola tadi. Sautu hari seorang pemain sepak Bola Jerman yang Atheis sedang berbincang-bincang dengan seoarng pemain Italia yang sebelum bertanding selalu berdoa; bahkan pernah satu kali mengabarkan Injil ke pemain Atheis itu.
Pemain Atheis itu bertanya : “ Apakah di Sorga nanti ada pertan dingan Sepak Bola atau tidak ?”
Pemain Italia berpikir sejenak, kemudian dia memberi komentar “ Oh , ngak tahu ya, tetapi ngak apa-apa , nanti kalau saya sudah meninggal dan menuju ke Sorga, saya akan tanya pada maliakat”
Pemain Atheis : “Kalau Malaikatnya bilang di Surga tidak ada gimana?” Pemain Italia “ Oh, kalau begitu kamu yang tanya saja” Ini hanya cerita, tetapi poin saya bukan di Surga atau di Neraka itu ada Sepak bolanya atau tidak , namun percayakah kita bahwa kalau kita yang percaya Tuhan Yesus pasti masuk Sorga?
Murid-murid Yesus memperoleh pelajaran bahwa sesungguhnya Yesus itu bukan manusia biasa. Sekali lagi bukan karena Ia bisa berjalan di atas air. Sebab di Internet saya pernah baca bahwa di Las Vegas juga ada orang yang bisa berjalan di atas air; kemudian di India juga pernah ada. Murid-murid harus tahu bahwa Yesus tidak terbatas pada ruang dan waktu. Dia ada di segala tempat, dan Yesus sanggup mengalahkan segala-galanya termasuk di dalmnya bencana alam.
Manusia terbatas. Secanggih-canggihnya teknologi, manusia tetap kalah pada yang namanya bencana alam. Buktinya terjangan air Tsunami, Gempa, bahkan letusan Gunung Merapi tetap saja membuat manusia tidak berdaya. Sudah hampir sebulan lebih terjadi bencana banjir Lumpur di Jawa Timur. Tepatnya di kota Porong dan sekitar dan juga kota Tanggul Angin yang terkenal menjual tas-tas bermerek aspal (Asli tapi Palsu). Mengapa terjadi demikian? Menurut berita, sebuah perusahaan mengadakan pemboran minyak di sana, namun mereka salah perkiraan yang sehingga yang keluar bukan minyak tetapi Lumpur. Lumpurnya saat ini melebar menimbun rumah-rumah penduduk, bahkan menutup jalan tol Surabaya - Malang. Akibtanya jalan Tol harus ditutup. Kejadian ini telah berlangsung sebulan lebih. Manusia tidak berdaya bukan?
Oleh sebab itu tatkala murid-murid-Nya panik dan kalut, Yesus datang dan berkata pada mereka “ Tenanglah, Aku ini, Jangan takut” (Ayat 27) Kata yang dipakai di sini adalah “Ego Eimi”, yang berarti Akulah Dia (Yesaya 41 :4). Kata ini sering dipakai Yohanes sebagai tuntutan keilahian Tuhan. Namun dalam bagian ini Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus itu seperti seorang Bapa yang memberikan penghiburan dan kekuatan kepada anak-anaknya. “Jangan takut nak, papa ada di sini lo”
4. Liability
Di dalam menghadapi tantangan hidup, sudah pasti ada resiko yang harus dihadapi. Itu sebabnya jangan lari dari resiko - kita harus bertanggung jawab. Tatkala Petrus melihat Yesus dari jauh, sesuai karakternya yang spontanitas itu maka ia meminta agar boleh datang kepada Yesus dengan berjalan di atas air. Matius 14 : 29 “ Yesus berkata “ Datanglah, Maka Petrus turun dari perhau dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus”
Sewaktu di perahu mereka merasa takut, herannya saat ini Petrus turun dari perahu, malah tidak ada perasaan takut. Semua ini menunjukkan bahwa Petrus percaya bahwa Yesus sungguh Allah , dan Dia adalah Allah yang perkasa yang dapat menyelesaikan segala perkaranya. 1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Cara yang dilakukan Petrus adalah mempercayakan masalahnya kepada Yesus, karena Dia pasti akan membantu dan memberi kekuatan kepada kita menyelesaikan masalah itu. Orang percaya yang bertanggung jawab adalah orang percaya yang berani masuk dan menghadapi tantangan seperti ini.
“Berjalan di atas air bukan berarti lari dari persoalan” Sebab tatkala Petrus berjalan di atas air anginnya masih ada. Resikonya adalah, kalau di tengah perjalanan itu ia lengah, maka ia akan kalah. “ Matius 14 : 30 mencatat bahwa Petrrus tenggelam justru bukan pada saat berada di perahu dengan angin sakal itu, tetapi karena tiupan angin setelah keluar dari perahu. Ia tidak memusatkan perhatiannya pada Tuhan Yesus, maka ia harus bertanggung jawab terhap apa yang dilakukannya. Ia tenggelam.
Sama seperti para pemain Sepak Bola, tatkala mereka lengah, maka walaupun lawan di depan di atas kertas tidak termasuk perhitungan, tetap saja dapat mengalami kekalahan. Jadi tidak ada istilah mengganggap remeh.
Aya 31- dan seterusnya , menunjukkan bahwa Yesus, memanggil murid-muruid-Nya sebagai “mereka yang kurang percaya”, dan Ia berrtanya mengapa mereka bimbang? Melalui peristiwa ini, muncullah pengakuan dari murid-murid yang menyatakan bahwa “ Sesungguhnya Engkau Anak Allah”
Benar, sesunguhnya Yesus Anak Allah yang sanggup memberikan kepada kita kekuatan untuk menyelesaikan atau masalah yang ada dan menang. Asala saja fokus kepercayaan kita tetap tertuju kepada-Nya.
Melalui Tantangan Kehidupan Orang Percaya hari ini, kita belajar 4 hal yang penting,
Believe
Orang yang mempercayakan Hidupnya pada Tuhan Yesus, tidak pernah merasa ragu, walau besok akan ada ujian , ada tugas dan deadline kerja dan paper, hari ini dia masih sanggup melayani Tuhan
Attention
Fokus utama perhatiannya tertuju pada Yesus. Imannya tidak goyah, walaupun jam segini ada final antara Italia vs Prancis, ia tetap hadir ke gereja
Learn
Pelajaran bagi kita, bahwa kita bukan menyembah pada Yesus yang mati, tetapi kita menyembah Yesus yang berkuasa, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Oleh sebab itu pengharapan kita kepada-Nya merupakan pengharapan yang pasti.
Liability
Ketika tantangan hadir did lam hikup kita, maka orang percaya bukan berusaha menghindari dan lari. Tetapi kita harus coba menghadapi. Resikonya sudah pasti ada, namun hasilnya melampaui resiko tersebut.
B. A. L . L …… Demam Sepak Bola membuat seseorang lupa bahwa besok mereka harus bekerja. Ada yang lupa besok harus ujian. Ini Merupakan tantangan bukan. Selama bola masih bulat , maka terbuka kemungkinan bagi siapa saja memenangkan pertandingan itu. Namun Bola bukan pengharapan kita yang sejati. Pengharapan yang sejati terletak pada Tuhan Yesus, ay 31 merupakan janji bagi mereka yang merasa bimbang dalam hidup ini. Mari kita bergerak maju menghadapi tantangan hidup ini. Segala kesulitan, kepahitan dan kekusutan akan hidup ini akan menjadi manis kalau Tuhan Yesus menyertai kita. Bahkan gelombang sakalpun akhirnya berhenti. Sekali lagi, orang Kristen yang berkualitas pasti dapat mengalahkan segala tantangan yang ada.
--------------------------------------
SAUMIMAN SAUD
Rom 8:28 "And we know that to them that love God all things work together for good, even to them that are called according to his purpose".
Menantikan Jawaban Dari Tuhan
.
Pastor Lawrence Lee – GTC
Ayat Pokok : Yohanes 5:4-7
Ketika Yesus mengunjungi Yerusalem, Ia pergi ke kolam Betesda. Di kolam tersebut terdapat banyak orang sakit dengan berbagai macam penyakit. Dari waktu ke waktu malaikat Tuhan akan datang dan menggoncangkan air kolam tersebut. Dan orang pertama yang masuk ke dalam kolam tersebut pada saat itu, akan disembuhkan, apa pun penyakitnya.
Kita bayangkan sejenak keadaan pada waktu itu. Kolam Betesda dapat dibayangkan seperti rumah sakit atau rumah perawatan orang sakit. Kita tidak tahu berapa orang yang ada di sana pada saat itu, mungkin bisa mencapai 200 hingga 300 orang. Dapat kita bayangkan betapa penuh sesaknya tempat itu. Mereka semua menunggu seorang dokter yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Mereka tidak tahu dengan pasti kapan dokter tersebut akan datang. Dokter tersebut bisa datang hari ini, minggu depan, bulan depan, atau mungkin tahun depan. Tapi mereka semua menuggu dengan sabar siang dan malam, walaupun mereka tahu hanya satu orang saja yang akan disembuhkan ketika sang dokter datang. Mereka mempunyai iman bahwa jika air bergoncang, mereka dapat disembuhkan.
Jika kita bandingkan dengan keadaan kita sekarang ini. Apakah kita mau menunggu? Bagaimana kita memperlakukan Allah saat ini dibandingkan pada zaman itu? Seberapa laparkah kita akan Allah? Hari-hari ini kita hidup dalam keteraturan dan seringkali tidak mau menunggu. Tetapi kadang kala Allah ingin agar kita menunggu. Allah berhak melakukan itu, karena kita ini ciptaan-Nya. Saat ini kita hidup dalam zaman anugerah, zaman yang penuh kemurahan. Kita dapat menghampiri Allah setiap saat, 24 jam. Namun seringkali kita menyia-nyiakannya atau menganggapnya enteng.
Lalu Yesus datang menghampiri seseorang yang telah 38 tahun sakit. Dan bertanya "Maukah engkau sembuh?" Mengapa Yesus bertanya demikian. Bukankah sudah sangat jelas bahwa orang tersebut ingin sembuh? Bila tidak, mengapa ia menunggu di kolam Betesda? Kita perlu datang dan mengaku kepada Yesus bahwa kita perlu Dia. Yesus ingin mendengar pengakuan kita.
Orang yang telah 38 tahun sakit menuggu dengan sabar di kolam Betesda. Ia menunggu lama tanpa kepastian. Semakin lama ia semakin tua dan semakin lemah, dengan demikian pengharapannya untuk sembuh juga semakin tipis. Tetapi ia tetap menunggu di sana, tidak menyerah. Dan dari sekian banyak orang sakit yang ada di kolam itu, Yesus datang menghampiri orang ini. Pasti ia telah berseru kepada Tuhan agar menyembuhkannya. Jikalau ada suatu hal yang telah kita doakan dalam waktu yang lama dan belum menerima jawaban, janganlah menyerah. Milikilah kesabaran dan iman seperti orang-orang sakit yang menunggu di kolam Betesda.
"SEBEGITU MARAHNYAKAH KAMU?"
.
RENUNGAN HARIAN
Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka:
"Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat
dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"
Maka mereka berteriak lagi, katanya:
"Salibkanlah Dia!"
Lalu Pilatus berkata kepada mereka:
"Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?"
Namun mereka makin keras berteriak:
"Salibkanlah Dia!"
( Markus 15:12-14 )
Sebegitu marahnya kah kita ..... ?
Sebegitu jengkelnya kah kita ..... ?
Sebegitu bencinya kah kita ..... ?
Sehingga ......
Kita tak mau tahu lagi akan benar dan salah ..... ?
Bahkan tak mau tahu lagi .....
Siapa yang benar dan siapa yang salah ..... ?
Kita hanya mau .....
Supaya mereka disingkirkan ...... ?
Supaya mereka dihilangkan ..... ?
Sebegitu muaknya kah kita pada mereka ..... ?
Tapi .....
Katanya kita ini anak-Nya ...... ?
Namun ......
Mengapa kita mengulang .......
Apa yang dulu dilakukan oleh mereka ......
Yang ingin menyalibkan Dia ..... ?
Sebetulnya .....
Kita ini anak siapa ..... ?
"BAGAIMANA SIKAP KITA HARI INI?"
.
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
( Matius 7:20 )
Benar .....
Dari buahnyalah kita mengenal mereka .....
Tetapi .....
Sadarkah kita .......
Bahwa dari buah kita juga lah ......
Mereka mengenal kita ..... ?
Bukan dari pakaian kita .....
Bukan dari kedudukan kita .....
Bukan dari omongan kita ......
Bukan pula dari kotbah-kotbah kita ......
Namun .....
Dari buah-buah kita .....
Jadi ......
Dari buah yang kita hasilkan, ......
Siapakah kita di hadapan mereka ..... ?
Siapakah kita yang mereka kenal ..... ?
Tuhan memberkati.
RENUNGKAN DAN PAHAMILAH KEHENDAK TUHAN, ALLAHMU”
.
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
( Mazmur 1:1-3 )
Jadi ......
Bila kita cepat "layu" ......
Bila kita tidak juga menghasilkan buah .....
Mari kita renungkan .....
Jangan-jangan .....
Kita belum ditanam di tepi aliran air ......
Lalu .....
Apa kesukaan kita ..... ?
Apa yang kita renungkan siang dan malam ..... ?
Panah
.
Sally, seorang gadis muda, mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari... sebuah pelajaran dari Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya.
Suatu hari Sally masuk ke kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak panah.
Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka;
Kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.
Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.
Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran.
Sally menunggu gilirannya........ kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis, Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing.
Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.
Dr. Smith mulai melepas sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus......
Suasana kelas menjadi hening... semua murid menatap gambar Yesus yang telah hancur; Seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.
Dr. Smith hanya berkata... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu" (Matius 25:40)
Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus...
Tuhan Yesus Berkata
.
Tuhan Yesus berkata .... Anak-KU yang Kusayangi
Andaikan kamu bisa memilih menjadi seorang pengemudi kapal selam atau
pesewat terbang, manakah yang kamu mau.
Kebanyakan orang mengatakan mereka ingin menjadi pilot, mengapa ?
Nah, pemandangan tentu lebih bagus lebih bagus di pesawat terbang. Kamu
dapat mempunyai wawasan. Kamu berada diatas segalanya, bukan
dibawahnya.
Apakah kamu pernah merasa seperti tenggelam dalam semua situasi hidupmu
?
Jikalau kamu merasakan situasi dibawah laut, AKU mau mengangkatmu dan
memberimu sudut pandang tempat tempat ketinggian terhadap hidupmu. AKU
dapat
melihat kedepan dan AKU mengetahui segal sesuatu yang akan terjadi.
Berbicaralah kepada-KU, bertanyalah kepada-KU, dan kemudian temukanlah
jawaban-KU di Alkitab.
Sekali kamu mulai melihat bahwa AKU memegang kendali, kamu akan merasa
terangkat.
Biarlah AKU mengubah sudut pandangmu.
"*Adapun Allah, jalan-NYA sempurna ; janji TUHAN adalah murni ; DIA
menjadi
perisai bagi semua orang yang berlindung pada-NYA.*
*Sebab siapakah ALLAH selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu
selain
ALLAH kita ? ALLAH, DIAlah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan
dan
membuat jalanku rata ; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan
membuat aku
berdiri di bukit ; yang mengajar tanganku berperang , sehingga lenganku
dapat melenturkan busur tembaga.*
*KAU berikan kepadaku perisai keselamatan-MU , tangan kanan-MU
menyokong
aku, kemurahan-MU membuat aku besar.*
*KAU berikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak
goyah."
(Mazmur 18 : 31-37).*
**
* *
*Tuhan Yesus Memberkati*
Raja Yosafat, Raja Yehuda.
.
Cetak Artikel Ini
Kirim ke teman
Nama Yosafat artinya adalah "YHWH sudah menghakimi". Ia adalah raja ke 4 dari kerajaan Yehuda dan anak dari Asa. Ibunya bernama Azuba, anak Silhi. Ia menjadi raja Yehuda pada saat berumur 35 tahun dan memerintah kerajaan Yehuda selama 25 tahun, mulai dari tahun 873 BC - 849 BC. Cerita mengenai raja Yosafat dapat kita baca di 1 Raja-raja 22:41-51, 2 Tawarikh 20:31-2 Tawarikh 21:1. Yosafat adalah raja yang benar di mata Tuhan.
Raja Yosafat melihat bahwa karakter suatu bangsa ditentukan oleh kualitas kehidupan penyembahan kita kepada TUHAN. Ia memurnikan karakter bangsa Yehuda dengan cara memurnikan penyembahan bangsanya hanya kepada TUHAN. Ia membuat bangsanya menjauhkan kekejian dari mata TUHAN sehingga TUHAN berkenan kepada raja Yosafat dan rakyatnya.
Pemerintahan raja Yosafat adalah pemerintahan yang membawa pembaruan spiritual bagi bangsa Yehuda. Ia menetapkan agar rakyatnya tidak menyembah kepada Baal-baal, melainkan hanya kepada TUHAN. Lihat 2 Tawarikh 17:3-4.
Beberapa hal yang dilakukan raja Yosafat dalam masa pemerintahannya adalah :
1 Raja-raja 22:47
Dan sisa pelacuran bakti yang masih tinggal dalam zaman Asa, ayahnya, dihapuskannya dari negeri itu.
KJV
And the remnant of the sodomites, which remained in the days of his father Asa, he took out of the land.
Di Alkitab kita disebutkan "pelacuran bakti", sedangkan di KJV disebutkan "sodomites". Maka dari pengertian ini, kita mengetahui bahwa saat itu banyak praktek seksual abnormal di kerajaan Yehuda dan pada saat pemerintahannya, raja Yosafat menghapuskan kekejian ini dari bangsanya.
Dari manakah asal mula "sodomites" dan "free seks" ini ?
Perilaku "Sodomites" dan "free seks" ini berasal dari kota Sodom dan Gomorrah. Dan kalau kita teliti lebih dalam lagi ke masa lampau sebelum Sodom dan Gomorrah, maka kita akan menemukan bahwa bentuk perzinahan ini berasal dari Semiramis, silahkan lihat pembahasan tentang Semiramis. Ketika TUHAN menghancurkan kota itu, yang tersisa adalah Lot dan ke 2 anak wanitanya. Kita ketahui bersama bahwa di Kejadian 19 : 30-38, ke 2 anak wanita Lot melakukan perzinahan dan akhirnya melahirkan keturunan bangsa Moab dan Amon.
Perilaku imoral dari ke 2 anak wanita Lot ini, terus menurun kepada keturunannya dan menjadi tradisi di tanah Kanaan, yaitu di Moab dan Amon.
Di 2 Tawarikh 17:3 dikatakan
Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal.
Apakah Baal ?
Di Kamus Alkitab dijelaskan bahwa Baal adalah gelar dewa-dewa penduduk asli tanah Kanaan yang ditentang para nabi TUHAN dalam Perjanjian Lama. Ciri-ciri khasnya ialah menjamin kesuburan. Karena itu Baal sering kali disembah oleh orang Israel sendiri.
Jadi Baal adalah dewa kesuburan penduduk Kanaan.
Penyembahan kepada Baal adalah berhubungan dengan :
1. Pengorbanan anak kepada Baal, lihat Yeremia 19:5.
2. Mencium patung Baal, lihat 1 Raja-raja 19:18.
3. Ritual pelacuran, lihat 1 Raja-raja 14:24.
4. Perzinahan, lihat Hakim 2:13.
Di Hakim 2:13, dijelaskan tentang penyembahan kepada Baal dan Asytoret. Asytoret adalah dewi seksual, kesuburan dan kelahiran bangsa Kanaan. Maka praktek penyembahan kepada Baal adalah juga praktek free seks.
Di Matius 12:22-37, Tuhan Yesus menjelaskan tentang Beelzebul. Beelzebul berasal dari kata "Baal Zebub", dewa bangsa Filistin. "Zebub" artinya adalah lalat. Maka "Baal Zebub" adalah dewa lalat dan di Kamus Alkitab dikatakan sebagai sebutan lain dari Satan.
Dalam Satanisme ( penyembahan kepada Satan ), maka kita akan tetap menemukan bentuk praktek seperti free seks, orgie, sodomites, pengorbanan kepada Satan, dan cium patung. Ritual-ritual ini tidak berubah sejak zaman Perjanjian Lama.
Raja Yosafat membersihkan ritual-ritual ini dari bangsanya. Sehingga kemuliaan TUHAN memenuhi kerajaan Yehuda.
2 Tawarikh 17:10
Ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat.
2 Tawarikh 17:12
Yosafat makin lama makin kuat, menjadi luar biasa kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan.
Ini semua karena raja Yosafat menghancurkan kuil-kuil prostitusi tempat penyembahan kepada Baal dan menjauhkan pelacuran bakti/sodomites.
Di 2 Tawarikh 20:1 - 2 Tawarikh 21:1 menceritakan bahwa pada akhirnya raja Yosafat mengalahkan raja-raja di Moab dan Amon, keturunan dari 2 anak wanita dari Lot. Mengalahkan raja-raja Moab dan Amon, artinya adalah mengalahkan praktek prostitusi di Kanaan yang menjadi ancaman rohani bagi bangsa Yehuda.
Dengan mengalahkan raja-raja Moab dan Amon, artinya juga Yosafat mengalahkan raja-raja porno.
King Jehoshaphat defeats the porn kings.
SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB
.
Cetak Artikel Ini
Kirim ke teman
SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB
Bacaan : Matius 25:14-30
". Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau
telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung
jawab dalam perkara yang besar. ..." (Matius 25:21)
Bacaan Alkitab ini menunjukkan kepada kita bahwa betapa perlunya kita
menggunakan dan mengembangkan apa yang telah diberikan kepada kita
dengan bertanggung jawab. Dalam cerita ini dikisahkan bahwa hamba yang
diberi 5 talenta dan mengembangkan talenta tersebut menjadi 10 talenta.
Hamba yang seorang lagi mendapat 2 talenta dan dikembangkan menjadi 4
talenta (ayat 20,22). Kedua hamba tersebut dapat menggunakan kesempatan
sebaik-baiknya untuk kepentingan tuannya sehingga keduanya itu mendapat
penghargaan dari tuannya, sebab mereka telah melakukan apa yang
menyenangkan hati tuannya.
Mereka dianggap setia meskipun tuannya tidak ada, mereka tetap bekerja
dengan tanggung jawab sehingga kepada mereka dipercaya lagi tanggung
jawab yang lebih besar. Lain halnya dengan hamba yang diberi 1 talenta
itu, dia tidak dapat menggunakan dan mengembangkan talenta yang
diberikan itu. Talenta yang diberikan kepadanya itu ditanam di dalam
tanah. Hamba itu berpendapat, bahwa tidak ada gunanya mengusahakan laba
yang hanya akan menguntungkan tuannya. Ia dikuhum sebagai hamba yang
jahat dan malas.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari perumpamaan ini adalah bahwa
manusia diberi kesempatan rohani yang berbeda-beda menurut
kemampuannya. Dan orang yang menggunakan kesempatan rohani itu dengan
baik akan diberikan kesempatan yang lain yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan mendatang. Sebab apa yang diterima orang percaya itu di dalam
Kerajaan Allah di masa akan datang tergantung dari bagaimana mereka
mengelola karunia Allah tersebut disaat sekarang ini. Talenta
menggambarkan semua kemampuan, dan kesempatan untuk melayani Allah
ketika kita masih di bumi.
Sekarang bagaimana dengan kita, apakah kerinduan yang ada pada kita
adalah menjadi hamba yang baik, setia dan bertanggung jawab? Ataukah
kita ingin menjadi hamba yang jahat dan malas? Jadilah hamba yang baik
, setia dan bertanggung jawab, yang dapat mengembangkan setiap talenta
yang diberikanNya. Setialah dalam banyak perkara, karena perkara yang
besar yang akan diberikan kepada kita dimulai dengan perkara yang
kecil. (Ariel)
.
Robert dan Albert Tanoni
Inti utama Da Vinci Code (DVC, atawa bisa diplesetkan sebagai Divide Vollower of Christ, memecah pengikut Kristus) sebenarnya sederhana saja, yaitu untuk menunjukkan bahwa Kristus sebenarnya adalah seorang manusia biasa dan ia bukan Tuhan. Hal ini ditunjukkan dalam novel ini, dalam bentuk alur cerita yang apik yang terbangun dari komunikasi antara Sir Leigh Teabing, Robert Langdon dan Sophie Neveu sehingga pembaca menemukan fakta baru bahwa :
* Kristus menikah dengan Maria Magdalena, dan mempunyai seorang putri yang bernama Sarah, dari sinilah asal trah bangsawan Prancis
* adanya sejumlah konpirasi Gereja selama 2.000 tahun yang menutupi pernikahan ini dan keturunan Yesus, dan berusaha melenyapkan keturunan Yesus
* penunjukan Kristus sebagai Tuhan oleh Kaisar Konstantin dalam konferensi di Nicea
Dari tiga fakta ini pembaca dapat menyimpulkan bahwa Kristus itu bukan Tuhan, karena ia menikah dan punya anak, Ia ditunjuk sebagai Tuhan oleh manusia. Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa Ia tak lebih dari manusia belaka.
Bayangkan apa yang terjadi jika orang yang baru bertobat membaca buku ini?
Namun jangan bersedih akan hal ini, jika kita sebagai orang Kristen mau sedikit lebih jeli, maka kita dapat membuktikan bahwa ketiga hal ini salah besar, Mengapa? Mari kita lihat tiga fakta Injil berikut ini :
* Keempat penulis Injil dengan sadar memasukkan nama Maria Magdalena ke dalam Injil mereka. Maria Magdalena disebutkan sebagai salah seorang perempuan kaya yang menjadi donatur pelayanan Yesus (Lukas 8:2-3). Maria Magdalena dicatat hadir dalam penyaliban di Golgota (Matius 27:56, Markus 15:40, Yohanes 19 : 25) dan saat kebangkitan Yesus (Matius : 28:1, Markus :16:1, Lukas 24 :10 (Lukas mencatatnya sebagai Maria dari Magdala) dan Yohanes 20:1,15-16).
Patut diingat bahwa dua dari penulis Injil yaitu Matius dan Yohanes adalah murid langsung dari Yesus, merekalah yang melihat dan menjalani pelayanan bersama Yesus. Logikanya sekarang, jika memang Maria Magdalena itu merupakan aib dalam pelayanan Yesus mengapa namanya dimasukkan dalam Injil yang notabene merupakan biografi Yesus? Sebagai seorang penulis biografi baik Matius, Markus , Lukas dan Yohanes dapat mencoret nama Maria Magdalena dalam Injil dan tak perlu menuliskannya jika hal itu merupakan aib. Tapi hal itu tidak dilakukan mereka, yang berarti antara Yesus dan Maria Magdalena tak ada hubungan apa-apa selain dari hubungan seorang sahabat, dan Guru dan murid tak lebih dari itu !
* Ini hal yang paling aneh dalam DVC, novel ini mencatat terjadinya perebutan kekuasaan antara Petrus dan Maria Magdalena, yang mengakibatkan Maria Magdalena harus melarikan diri ke Prancis. Apa kata Injil mengenai hal ini? Injil Yohanes mencatat bahwa para Rasul kembali bekerja sesuai dengan keahlian mereka, untuk menghidupi kehidupan mereka. Petrus kembali menjadi nelayan, karena tak percaya bahwa Yesus telah bangkit (Yohanes 21 1-14). Kekuasaan apa yang diperebutkan? Yesus tak meninggalkan harta dan uang, semua uang dalam kas dalam bendahara sudah habis dikorupsi Yudas Iskariot (Yohanes 12:7). Kita tahu untuk membuat sebuah kerajaan atau aliran baru dibutuhkan dana yang tak sedikit. Kembalinya para Rasul ke pekerjaan lama mereka menunjukkan bahwa tak ada dana untuk menunjang mereka.
* Fakta terakhir merupakan fakta utama dan terpenting. Kesebelas Rasul kecuali Yohanes dieksekusi demi nama Yesus. Dan eksekusinya cukup mengerikan. Contoh Rasul Andreas ditarik empat ekor kuda sehingga tubuhnya tercabik, Petrus disalib terbalik, Tomas ditombak, Lukas digantung di atas kuda. Dan sekali pun setelah kematian mereka, sejarah juga mencatat bahwa banyak lagi pengikut Kristus yang dieksekusi baik di Koloseum, dijadikan obor hidup untuk menerangi kota Roma dan sebagainya. Pertanyaannya adalah kenapa mereka rela mati jika Yesus itu seorang manusia biasa? Mengapa mereka rela mati untuk Yesus yang menikah dengan Maria Magdalena (Menurut DVC)? Tentunya mereka melihat sesuatu yang luar biasa. Buat apa mereka harus kehilangan nyawa untuk suatu kebohongan besar? Tapi itulah yang dilakukan oleh kesebeas Rasul dan para pengikut Kristus sebeum konferensi Nicea. Jika itu kebohongan yang dipertahankan, maka tak akan ada Injil, tak akan ada kita Perjanjian Baru, tak akan ada pengorbanan yang begitu besar dari para orang Kristen di abad pertama sampai sekarang.
Sebelum Novel DVC banyak tulisan yang telah diterbitkan untuk meragukan Yesus, tapi semuanya mental. Novel DVC sangat berhasil karena ditujukan pada kaum awam, dan menjadi pengguncang iman yang dibungkus dengan hiburan bagi para pembacanya.
Kami berharap ketiga fakta Injil sederhana ini dapat membantu rekan-rekan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sekitar DVC yang terutama sekali berasal dari kaum muda.
TANTANGAN KEHIDUPAN ORANG PERCAYA
.
(Matius 14 : 22 -33)
Selama kita hidup di dunia ini, tantangan kehidupan itu bermuculan terus-menerus. Saya yakin Anda merasakannya. “Tantangan” kehidupan adalah bahasa positip dari “Hambatan” kehidupan. Nah , jika tantangan ini selalu ada, bagaimana kita sebagai orang percaya menerobos nya. Apakah kita hanya membiarkan tantangan ini menyerang dan berlalu begitu saja?
Sebulan terakhir ini dunia digemparkan dengan berlangsungnya kompetisi Piala Dunia Sepak Bola 2006 di Berlin. Hal ini merupakan tantangan dari banyak orang. Para pecandu Sepak Bola di luar negeri tidak segan-segan begadang setiap malam demi melihat pertandingan tim favoritnya. Termasuk teman-teman yang berada di Indonesia. Saya yakin juga meja pertaruhan juga sangat ramai. Seorang penulis dari Holand - Belanda yang bernama Mang Ucup rela membotakkan kepalanya gara-gara tim kesayangannya Jerman kalah. Nah, dalam kondisi apapun, termasuk Sepak Bola ini, selalu saja ada tantangan dari pihak lawan. Menang atau kalah demikian pilihannya. Demikian juga peristiwa yang dialami oleh murid-murid Yesus saat ini.
Tidak seperti biasa, setelah Yesus melakukan mujizat memberi makan 5000 orang, Yesus tidak langsung pergi bersama murid-muriud-Nya. Ayat 22 mencatat Ia menyuruh murid-murid-Nya naik perahu mendahului-Nya. Sementara Yesus pergi menyendiri untuk berdoa, para murid ini menghadapi tantangan karena perahu mereka yang baru berjalan beberapa mil (Dalam bahasa Yunaninya dijelaskan jarak yang mereka tempuh 25 stadi,1 stadi 190 meter, jadi kurang lebih 5 Km) dihembus oleh angin sakal. sehingga perahu yang mereka tumpangi terombang-ambing. Dalam kondisi ketidaksanggupan dan bahaya ini, apa yang harus dilakukan? Mari kita coba pelajari dari konsep Alkitab ini. Ingat, bahwa kehidupan kita seperti “bola” yang bulat dan bergulir, menang dan kalah senantiasa menanti. Tetapi orang percaya memiliki taktik khusus menghadap tantangan ini. Mari kita lihat satu persatu
1. Believe
Secara fisik manusia, Yesus tidak bersama-sama mereka, karena terbatas ruang dan waktu. Namun murid-murid Yesus bukan orang asing terhadap masalah kelautan. Perahu, gelombang pasang, angin kencang dan badai merupakan “makanan” sehari-hari mereka, karena profesi awal meraka dahulu adalah nelayan. Sebagai nelayan tentu mereka sudah berpengalaman mengatasi kesulitan ini. Namun dalam kondisi capek , lelah ditambah angin sakal yang nampaknya sangat luar biasa ini, para nelayan ini tetap saja tidak berdaya.
Sebulan yang lalu saya diberitahukan oleh pihak percetakan bahwa salah satu buku yang saya tulis telah selesai dicetak. Kali ini memang saya mencoba mengajak beberapa teman-teman lama saya terlibat mendukung dalam hal dana. Namun setelah dikalkulasikan dananya, rupanya terdapat kekurangan yang cukup banyak, dan ini diluar perkiraan saya. Hal ini disebabkan karena harga bensin yang melonjak tinggi beberapa waktu lalu, sehingga mempengaruhi harga-harga lain, misalnya kertas, tinta cetak, apalagi biaya pengiriman.
Teman saya yang bagian mengurus kas lagi ke luar kota mengikuti konprensi. Hal yang membuat agak panik adalah, bagian percetakan mengatakan beliau butuh dana secepatnya, sementara teman saya yang lagi di luar kota itu belum membalas berita. Beberapa jam kemudian saya terima sms yang berbunyi bahwa, dana “di kas masih belum cukup”. Malam itu saya susah tidur, gelisah sekali. Saya berdoa Tuhan, jika Engkau berkenan, tolong bantu nich, toh ini bukan untuk kepentingan saya sendiri”
Hari itu Sabtu, saya harus menunggu hingga Senin baru teman saya itu pulang ke Jakarta. Sorenya beliau chek ulang lagi ke Bank, di sana terlihat ada sumbangan masuk dari salah seorang bekas anak remaja saya di Luar Negeri minggu lalu. Akhirnya jumlahnya bukan hanya mencukupi, malah masih ada lebih sedikit untuk persiapan penerbitan yang akan datang. Terus terang pada saat itu saya malu sekali pada Tuhan, saya juga malu pada Anda. Di mana iman saya? Ini pengalaman saya, artinya saya yang mengerti dan tahu, serta dalam kotbah sering mengajarkan mari kita percaya , beriman, Tuhan akan mencukupi, namun baru dalam kondisi ini saya panik. Apa bedanya saya dengan murid-murid Tuhan Yesus yang panik di perahu itu? Malam itu juga saya harus bertobat dan minta ampun pada Tuhan.
2. Attention
Para murid menyadari bahwa bahaya sedang menanti, sebab kalau yang mereka hadapi angin dan ombak biasa, maka mereka pasti dapat mengatasinya. Apalagi sekarang mereka rombongan di dalam satu perahu itu. Dalam kondisi demikian tentu hati menjadi kalut dan panik, tidak konsentrasi dan tidak fokus. Perrhatiannya bukan lagi bagaimana mengatasi masalah ini, namun muncul pemikiran dan khayalan baru. Apa yang bakal terjadi nanti. Padahal kejadian-kejadian itu belum ada sama sekali. Pada waktu itu kita secara tidak sadar menghadapi masalah bertubi-tubi, bahkan frustrasi.
Ay 26 mencatat, ketika murid-murid-Nya melihat Dia di atas air, mereka terkejut dna berseru “ Itu hantu, lalu mereka berteriak karena takut” Kita juga sering demikian, tatkala tantangan serasa berat datang, kita mulai terpikir masalah yang bukan-bukan. Itu sebabnya jikalau kita tidak berfokus memperhatikan Tuhan Yesus saja, maka kita bisa stress dan depresi. Sering kali mungkin karena kita sudah lama mengikut Tuhan, lalu kondisi kita masih biasa-biasa saja. Bahkan doa yang sudah lama dipanjatkan, namun tidak kunjung ada jawaban. Hati kita mulai pasrah, hati kita mulai suam –suam kukuh. Semangat kita mulai dingin. Biasanya membaca firman Tuhan setiap hari, sekarang tidak lagi. Biasanya berdoa sekarang tidak. Pada saat kita mengurangi kebiasasn baik ini, maka akan muncul kebiassan buruk. Itu sebab perlu hati-hati. Rasul Paulus mengatakan 1 Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.
3. Learn
Bertahun-tahun murid-murid Yesus mengikuti-Nya, namun rupanya hal ini tidak menjamin mereka memahami dan mengenal siapa Yesus itu sebenarnya. Padahal mereka baru saja menyaksikan peristiwa mujizat 5 roti dan 2 ikan yang telah mengenyangkan banyak orang. Orang banyak percaya bahwa Yesus itu Juruselamat. Tetapi kalau untuk menerimanya tunggu dulu. Mereka hanya Believe , belum menmuju ke taraf trust,. Mereka hanya percaya, namun belum dalam taraf mempercayakaan.
Kembali kepada Sepak bola tadi. Sautu hari seorang pemain sepak Bola Jerman yang Atheis sedang berbincang-bincang dengan seoarng pemain Italia yang sebelum bertanding selalu berdoa; bahkan pernah satu kali mengabarkan Injil ke pemain Atheis itu.
Pemain Atheis itu bertanya : “ Apakah di Sorga nanti ada pertan dingan Sepak Bola atau tidak ?”
Pemain Italia berpikir sejenak, kemudian dia memberi komentar “ Oh , ngak tahu ya, tetapi ngak apa-apa , nanti kalau saya sudah meninggal dan menuju ke Sorga, saya akan tanya pada maliakat”
Pemain Atheis : “Kalau Malaikatnya bilang di Surga tidak ada gimana?” Pemain Italia “ Oh, kalau begitu kamu yang tanya saja” Ini hanya cerita, tetapi poin saya bukan di Surga atau di Neraka itu ada Sepak bolanya atau tidak , namun percayakah kita bahwa kalau kita yang percaya Tuhan Yesus pasti masuk Sorga?
Murid-murid Yesus memperoleh pelajaran bahwa sesungguhnya Yesus itu bukan manusia biasa. Sekali lagi bukan karena Ia bisa berjalan di atas air. Sebab di Internet saya pernah baca bahwa di Las Vegas juga ada orang yang bisa berjalan di atas air; kemudian di India juga pernah ada. Murid-murid harus tahu bahwa Yesus tidak terbatas pada ruang dan waktu. Dia ada di segala tempat, dan Yesus sanggup mengalahkan segala-galanya termasuk di dalmnya bencana alam.
Manusia terbatas. Secanggih-canggihnya teknologi, manusia tetap kalah pada yang namanya bencana alam. Buktinya terjangan air Tsunami, Gempa, bahkan letusan Gunung Merapi tetap saja membuat manusia tidak berdaya. Sudah hampir sebulan lebih terjadi bencana banjir Lumpur di Jawa Timur. Tepatnya di kota Porong dan sekitar dan juga kota Tanggul Angin yang terkenal menjual tas-tas bermerek aspal (Asli tapi Palsu). Mengapa terjadi demikian? Menurut berita, sebuah perusahaan mengadakan pemboran minyak di sana, namun mereka salah perkiraan yang sehingga yang keluar bukan minyak tetapi Lumpur. Lumpurnya saat ini melebar menimbun rumah-rumah penduduk, bahkan menutup jalan tol Surabaya - Malang. Akibtanya jalan Tol harus ditutup. Kejadian ini telah berlangsung sebulan lebih. Manusia tidak berdaya bukan?
Oleh sebab itu tatkala murid-murid-Nya panik dan kalut, Yesus datang dan berkata pada mereka “ Tenanglah, Aku ini, Jangan takut” (Ayat 27) Kata yang dipakai di sini adalah “Ego Eimi”, yang berarti Akulah Dia (Yesaya 41 :4). Kata ini sering dipakai Yohanes sebagai tuntutan keilahian Tuhan. Namun dalam bagian ini Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus itu seperti seorang Bapa yang memberikan penghiburan dan kekuatan kepada anak-anaknya. “Jangan takut nak, papa ada di sini lo”
4. Liability
Di dalam menghadapi tantangan hidup, sudah pasti ada resiko yang harus dihadapi. Itu sebabnya jangan lari dari resiko - kita harus bertanggung jawab. Tatkala Petrus melihat Yesus dari jauh, sesuai karakternya yang spontanitas itu maka ia meminta agar boleh datang kepada Yesus dengan berjalan di atas air. Matius 14 : 29 “ Yesus berkata “ Datanglah, Maka Petrus turun dari perhau dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus”
Sewaktu di perahu mereka merasa takut, herannya saat ini Petrus turun dari perahu, malah tidak ada perasaan takut. Semua ini menunjukkan bahwa Petrus percaya bahwa Yesus sungguh Allah , dan Dia adalah Allah yang perkasa yang dapat menyelesaikan segala perkaranya. 1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Cara yang dilakukan Petrus adalah mempercayakan masalahnya kepada Yesus, karena Dia pasti akan membantu dan memberi kekuatan kepada kita menyelesaikan masalah itu. Orang percaya yang bertanggung jawab adalah orang percaya yang berani masuk dan menghadapi tantangan seperti ini.
“Berjalan di atas air bukan berarti lari dari persoalan” Sebab tatkala Petrus berjalan di atas air anginnya masih ada. Resikonya adalah, kalau di tengah perjalanan itu ia lengah, maka ia akan kalah. “ Matius 14 : 30 mencatat bahwa Petrrus tenggelam justru bukan pada saat berada di perahu dengan angin sakal itu, tetapi karena tiupan angin setelah keluar dari perahu. Ia tidak memusatkan perhatiannya pada Tuhan Yesus, maka ia harus bertanggung jawab terhap apa yang dilakukannya. Ia tenggelam.
Sama seperti para pemain Sepak Bola, tatkala mereka lengah, maka walaupun lawan di depan di atas kertas tidak termasuk perhitungan, tetap saja dapat mengalami kekalahan. Jadi tidak ada istilah mengganggap remeh.
Aya 31- dan seterusnya , menunjukkan bahwa Yesus, memanggil murid-muruid-Nya sebagai “mereka yang kurang percaya”, dan Ia berrtanya mengapa mereka bimbang? Melalui peristiwa ini, muncullah pengakuan dari murid-murid yang menyatakan bahwa “ Sesungguhnya Engkau Anak Allah”
Benar, sesunguhnya Yesus Anak Allah yang sanggup memberikan kepada kita kekuatan untuk menyelesaikan atau masalah yang ada dan menang. Asala saja fokus kepercayaan kita tetap tertuju kepada-Nya.
Melalui Tantangan Kehidupan Orang Percaya hari ini, kita belajar 4 hal yang penting,
Believe
Orang yang mempercayakan Hidupnya pada Tuhan Yesus, tidak pernah merasa ragu, walau besok akan ada ujian , ada tugas dan deadline kerja dan paper, hari ini dia masih sanggup melayani Tuhan
Attention
Fokus utama perhatiannya tertuju pada Yesus. Imannya tidak goyah, walaupun jam segini ada final antara Italia vs Prancis, ia tetap hadir ke gereja
Learn
Pelajaran bagi kita, bahwa kita bukan menyembah pada Yesus yang mati, tetapi kita menyembah Yesus yang berkuasa, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Oleh sebab itu pengharapan kita kepada-Nya merupakan pengharapan yang pasti.
Liability
Ketika tantangan hadir did lam hikup kita, maka orang percaya bukan berusaha menghindari dan lari. Tetapi kita harus coba menghadapi. Resikonya sudah pasti ada, namun hasilnya melampaui resiko tersebut.
B. A. L . L …… Demam Sepak Bola membuat seseorang lupa bahwa besok mereka harus bekerja. Ada yang lupa besok harus ujian. Ini Merupakan tantangan bukan. Selama bola masih bulat , maka terbuka kemungkinan bagi siapa saja memenangkan pertandingan itu. Namun Bola bukan pengharapan kita yang sejati. Pengharapan yang sejati terletak pada Tuhan Yesus, ay 31 merupakan janji bagi mereka yang merasa bimbang dalam hidup ini. Mari kita bergerak maju menghadapi tantangan hidup ini. Segala kesulitan, kepahitan dan kekusutan akan hidup ini akan menjadi manis kalau Tuhan Yesus menyertai kita. Bahkan gelombang sakalpun akhirnya berhenti. Sekali lagi, orang Kristen yang berkualitas pasti dapat mengalahkan segala tantangan yang ada.
--------------------------------------
SAUMIMAN SAUD
Rom 8:28 "And we know that to them that love God all things work together for good, even to them that are called according to his purpose".
Menantikan Jawaban Dari Tuhan
.
Pastor Lawrence Lee – GTC
Ayat Pokok : Yohanes 5:4-7
Ketika Yesus mengunjungi Yerusalem, Ia pergi ke kolam Betesda. Di kolam tersebut terdapat banyak orang sakit dengan berbagai macam penyakit. Dari waktu ke waktu malaikat Tuhan akan datang dan menggoncangkan air kolam tersebut. Dan orang pertama yang masuk ke dalam kolam tersebut pada saat itu, akan disembuhkan, apa pun penyakitnya.
Kita bayangkan sejenak keadaan pada waktu itu. Kolam Betesda dapat dibayangkan seperti rumah sakit atau rumah perawatan orang sakit. Kita tidak tahu berapa orang yang ada di sana pada saat itu, mungkin bisa mencapai 200 hingga 300 orang. Dapat kita bayangkan betapa penuh sesaknya tempat itu. Mereka semua menunggu seorang dokter yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Mereka tidak tahu dengan pasti kapan dokter tersebut akan datang. Dokter tersebut bisa datang hari ini, minggu depan, bulan depan, atau mungkin tahun depan. Tapi mereka semua menuggu dengan sabar siang dan malam, walaupun mereka tahu hanya satu orang saja yang akan disembuhkan ketika sang dokter datang. Mereka mempunyai iman bahwa jika air bergoncang, mereka dapat disembuhkan.
Jika kita bandingkan dengan keadaan kita sekarang ini. Apakah kita mau menunggu? Bagaimana kita memperlakukan Allah saat ini dibandingkan pada zaman itu? Seberapa laparkah kita akan Allah? Hari-hari ini kita hidup dalam keteraturan dan seringkali tidak mau menunggu. Tetapi kadang kala Allah ingin agar kita menunggu. Allah berhak melakukan itu, karena kita ini ciptaan-Nya. Saat ini kita hidup dalam zaman anugerah, zaman yang penuh kemurahan. Kita dapat menghampiri Allah setiap saat, 24 jam. Namun seringkali kita menyia-nyiakannya atau menganggapnya enteng.
Lalu Yesus datang menghampiri seseorang yang telah 38 tahun sakit. Dan bertanya "Maukah engkau sembuh?" Mengapa Yesus bertanya demikian. Bukankah sudah sangat jelas bahwa orang tersebut ingin sembuh? Bila tidak, mengapa ia menunggu di kolam Betesda? Kita perlu datang dan mengaku kepada Yesus bahwa kita perlu Dia. Yesus ingin mendengar pengakuan kita.
Orang yang telah 38 tahun sakit menuggu dengan sabar di kolam Betesda. Ia menunggu lama tanpa kepastian. Semakin lama ia semakin tua dan semakin lemah, dengan demikian pengharapannya untuk sembuh juga semakin tipis. Tetapi ia tetap menunggu di sana, tidak menyerah. Dan dari sekian banyak orang sakit yang ada di kolam itu, Yesus datang menghampiri orang ini. Pasti ia telah berseru kepada Tuhan agar menyembuhkannya. Jikalau ada suatu hal yang telah kita doakan dalam waktu yang lama dan belum menerima jawaban, janganlah menyerah. Milikilah kesabaran dan iman seperti orang-orang sakit yang menunggu di kolam Betesda.
"SEBEGITU MARAHNYAKAH KAMU?"
.
RENUNGAN HARIAN
Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka:
"Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat
dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"
Maka mereka berteriak lagi, katanya:
"Salibkanlah Dia!"
Lalu Pilatus berkata kepada mereka:
"Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?"
Namun mereka makin keras berteriak:
"Salibkanlah Dia!"
( Markus 15:12-14 )
Sebegitu marahnya kah kita ..... ?
Sebegitu jengkelnya kah kita ..... ?
Sebegitu bencinya kah kita ..... ?
Sehingga ......
Kita tak mau tahu lagi akan benar dan salah ..... ?
Bahkan tak mau tahu lagi .....
Siapa yang benar dan siapa yang salah ..... ?
Kita hanya mau .....
Supaya mereka disingkirkan ...... ?
Supaya mereka dihilangkan ..... ?
Sebegitu muaknya kah kita pada mereka ..... ?
Tapi .....
Katanya kita ini anak-Nya ...... ?
Namun ......
Mengapa kita mengulang .......
Apa yang dulu dilakukan oleh mereka ......
Yang ingin menyalibkan Dia ..... ?
Sebetulnya .....
Kita ini anak siapa ..... ?
"BAGAIMANA SIKAP KITA HARI INI?"
.
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
( Matius 7:20 )
Benar .....
Dari buahnyalah kita mengenal mereka .....
Tetapi .....
Sadarkah kita .......
Bahwa dari buah kita juga lah ......
Mereka mengenal kita ..... ?
Bukan dari pakaian kita .....
Bukan dari kedudukan kita .....
Bukan dari omongan kita ......
Bukan pula dari kotbah-kotbah kita ......
Namun .....
Dari buah-buah kita .....
Jadi ......
Dari buah yang kita hasilkan, ......
Siapakah kita di hadapan mereka ..... ?
Siapakah kita yang mereka kenal ..... ?
Tuhan memberkati.
RENUNGKAN DAN PAHAMILAH KEHENDAK TUHAN, ALLAHMU”
.
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
( Mazmur 1:1-3 )
Jadi ......
Bila kita cepat "layu" ......
Bila kita tidak juga menghasilkan buah .....
Mari kita renungkan .....
Jangan-jangan .....
Kita belum ditanam di tepi aliran air ......
Lalu .....
Apa kesukaan kita ..... ?
Apa yang kita renungkan siang dan malam ..... ?
Panah
.
Sally, seorang gadis muda, mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari... sebuah pelajaran dari Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya.
Suatu hari Sally masuk ke kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak panah.
Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka;
Kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.
Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.
Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran.
Sally menunggu gilirannya........ kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis, Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing.
Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.
Dr. Smith mulai melepas sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus......
Suasana kelas menjadi hening... semua murid menatap gambar Yesus yang telah hancur; Seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.
Dr. Smith hanya berkata... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu" (Matius 25:40)
Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus...
Tuhan Yesus Berkata
.
Tuhan Yesus berkata .... Anak-KU yang Kusayangi
Andaikan kamu bisa memilih menjadi seorang pengemudi kapal selam atau
pesewat terbang, manakah yang kamu mau.
Kebanyakan orang mengatakan mereka ingin menjadi pilot, mengapa ?
Nah, pemandangan tentu lebih bagus lebih bagus di pesawat terbang. Kamu
dapat mempunyai wawasan. Kamu berada diatas segalanya, bukan
dibawahnya.
Apakah kamu pernah merasa seperti tenggelam dalam semua situasi hidupmu
?
Jikalau kamu merasakan situasi dibawah laut, AKU mau mengangkatmu dan
memberimu sudut pandang tempat tempat ketinggian terhadap hidupmu. AKU
dapat
melihat kedepan dan AKU mengetahui segal sesuatu yang akan terjadi.
Berbicaralah kepada-KU, bertanyalah kepada-KU, dan kemudian temukanlah
jawaban-KU di Alkitab.
Sekali kamu mulai melihat bahwa AKU memegang kendali, kamu akan merasa
terangkat.
Biarlah AKU mengubah sudut pandangmu.
"*Adapun Allah, jalan-NYA sempurna ; janji TUHAN adalah murni ; DIA
menjadi
perisai bagi semua orang yang berlindung pada-NYA.*
*Sebab siapakah ALLAH selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu
selain
ALLAH kita ? ALLAH, DIAlah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan
dan
membuat jalanku rata ; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan
membuat aku
berdiri di bukit ; yang mengajar tanganku berperang , sehingga lenganku
dapat melenturkan busur tembaga.*
*KAU berikan kepadaku perisai keselamatan-MU , tangan kanan-MU
menyokong
aku, kemurahan-MU membuat aku besar.*
*KAU berikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak
goyah."
(Mazmur 18 : 31-37).*
**
* *
*Tuhan Yesus Memberkati*
Raja Yosafat, Raja Yehuda.
.
Cetak Artikel Ini
Kirim ke teman
Nama Yosafat artinya adalah "YHWH sudah menghakimi". Ia adalah raja ke 4 dari kerajaan Yehuda dan anak dari Asa. Ibunya bernama Azuba, anak Silhi. Ia menjadi raja Yehuda pada saat berumur 35 tahun dan memerintah kerajaan Yehuda selama 25 tahun, mulai dari tahun 873 BC - 849 BC. Cerita mengenai raja Yosafat dapat kita baca di 1 Raja-raja 22:41-51, 2 Tawarikh 20:31-2 Tawarikh 21:1. Yosafat adalah raja yang benar di mata Tuhan.
Raja Yosafat melihat bahwa karakter suatu bangsa ditentukan oleh kualitas kehidupan penyembahan kita kepada TUHAN. Ia memurnikan karakter bangsa Yehuda dengan cara memurnikan penyembahan bangsanya hanya kepada TUHAN. Ia membuat bangsanya menjauhkan kekejian dari mata TUHAN sehingga TUHAN berkenan kepada raja Yosafat dan rakyatnya.
Pemerintahan raja Yosafat adalah pemerintahan yang membawa pembaruan spiritual bagi bangsa Yehuda. Ia menetapkan agar rakyatnya tidak menyembah kepada Baal-baal, melainkan hanya kepada TUHAN. Lihat 2 Tawarikh 17:3-4.
Beberapa hal yang dilakukan raja Yosafat dalam masa pemerintahannya adalah :
1 Raja-raja 22:47
Dan sisa pelacuran bakti yang masih tinggal dalam zaman Asa, ayahnya, dihapuskannya dari negeri itu.
KJV
And the remnant of the sodomites, which remained in the days of his father Asa, he took out of the land.
Di Alkitab kita disebutkan "pelacuran bakti", sedangkan di KJV disebutkan "sodomites". Maka dari pengertian ini, kita mengetahui bahwa saat itu banyak praktek seksual abnormal di kerajaan Yehuda dan pada saat pemerintahannya, raja Yosafat menghapuskan kekejian ini dari bangsanya.
Dari manakah asal mula "sodomites" dan "free seks" ini ?
Perilaku "Sodomites" dan "free seks" ini berasal dari kota Sodom dan Gomorrah. Dan kalau kita teliti lebih dalam lagi ke masa lampau sebelum Sodom dan Gomorrah, maka kita akan menemukan bahwa bentuk perzinahan ini berasal dari Semiramis, silahkan lihat pembahasan tentang Semiramis. Ketika TUHAN menghancurkan kota itu, yang tersisa adalah Lot dan ke 2 anak wanitanya. Kita ketahui bersama bahwa di Kejadian 19 : 30-38, ke 2 anak wanita Lot melakukan perzinahan dan akhirnya melahirkan keturunan bangsa Moab dan Amon.
Perilaku imoral dari ke 2 anak wanita Lot ini, terus menurun kepada keturunannya dan menjadi tradisi di tanah Kanaan, yaitu di Moab dan Amon.
Di 2 Tawarikh 17:3 dikatakan
Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal.
Apakah Baal ?
Di Kamus Alkitab dijelaskan bahwa Baal adalah gelar dewa-dewa penduduk asli tanah Kanaan yang ditentang para nabi TUHAN dalam Perjanjian Lama. Ciri-ciri khasnya ialah menjamin kesuburan. Karena itu Baal sering kali disembah oleh orang Israel sendiri.
Jadi Baal adalah dewa kesuburan penduduk Kanaan.
Penyembahan kepada Baal adalah berhubungan dengan :
1. Pengorbanan anak kepada Baal, lihat Yeremia 19:5.
2. Mencium patung Baal, lihat 1 Raja-raja 19:18.
3. Ritual pelacuran, lihat 1 Raja-raja 14:24.
4. Perzinahan, lihat Hakim 2:13.
Di Hakim 2:13, dijelaskan tentang penyembahan kepada Baal dan Asytoret. Asytoret adalah dewi seksual, kesuburan dan kelahiran bangsa Kanaan. Maka praktek penyembahan kepada Baal adalah juga praktek free seks.
Di Matius 12:22-37, Tuhan Yesus menjelaskan tentang Beelzebul. Beelzebul berasal dari kata "Baal Zebub", dewa bangsa Filistin. "Zebub" artinya adalah lalat. Maka "Baal Zebub" adalah dewa lalat dan di Kamus Alkitab dikatakan sebagai sebutan lain dari Satan.
Dalam Satanisme ( penyembahan kepada Satan ), maka kita akan tetap menemukan bentuk praktek seperti free seks, orgie, sodomites, pengorbanan kepada Satan, dan cium patung. Ritual-ritual ini tidak berubah sejak zaman Perjanjian Lama.
Raja Yosafat membersihkan ritual-ritual ini dari bangsanya. Sehingga kemuliaan TUHAN memenuhi kerajaan Yehuda.
2 Tawarikh 17:10
Ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat.
2 Tawarikh 17:12
Yosafat makin lama makin kuat, menjadi luar biasa kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan.
Ini semua karena raja Yosafat menghancurkan kuil-kuil prostitusi tempat penyembahan kepada Baal dan menjauhkan pelacuran bakti/sodomites.
Di 2 Tawarikh 20:1 - 2 Tawarikh 21:1 menceritakan bahwa pada akhirnya raja Yosafat mengalahkan raja-raja di Moab dan Amon, keturunan dari 2 anak wanita dari Lot. Mengalahkan raja-raja Moab dan Amon, artinya adalah mengalahkan praktek prostitusi di Kanaan yang menjadi ancaman rohani bagi bangsa Yehuda.
Dengan mengalahkan raja-raja Moab dan Amon, artinya juga Yosafat mengalahkan raja-raja porno.
King Jehoshaphat defeats the porn kings.
SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB
.
Cetak Artikel Ini
Kirim ke teman
SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB
Bacaan : Matius 25:14-30
". Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau
telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung
jawab dalam perkara yang besar. ..." (Matius 25:21)
Bacaan Alkitab ini menunjukkan kepada kita bahwa betapa perlunya kita
menggunakan dan mengembangkan apa yang telah diberikan kepada kita
dengan bertanggung jawab. Dalam cerita ini dikisahkan bahwa hamba yang
diberi 5 talenta dan mengembangkan talenta tersebut menjadi 10 talenta.
Hamba yang seorang lagi mendapat 2 talenta dan dikembangkan menjadi 4
talenta (ayat 20,22). Kedua hamba tersebut dapat menggunakan kesempatan
sebaik-baiknya untuk kepentingan tuannya sehingga keduanya itu mendapat
penghargaan dari tuannya, sebab mereka telah melakukan apa yang
menyenangkan hati tuannya.
Mereka dianggap setia meskipun tuannya tidak ada, mereka tetap bekerja
dengan tanggung jawab sehingga kepada mereka dipercaya lagi tanggung
jawab yang lebih besar. Lain halnya dengan hamba yang diberi 1 talenta
itu, dia tidak dapat menggunakan dan mengembangkan talenta yang
diberikan itu. Talenta yang diberikan kepadanya itu ditanam di dalam
tanah. Hamba itu berpendapat, bahwa tidak ada gunanya mengusahakan laba
yang hanya akan menguntungkan tuannya. Ia dikuhum sebagai hamba yang
jahat dan malas.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari perumpamaan ini adalah bahwa
manusia diberi kesempatan rohani yang berbeda-beda menurut
kemampuannya. Dan orang yang menggunakan kesempatan rohani itu dengan
baik akan diberikan kesempatan yang lain yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan mendatang. Sebab apa yang diterima orang percaya itu di dalam
Kerajaan Allah di masa akan datang tergantung dari bagaimana mereka
mengelola karunia Allah tersebut disaat sekarang ini. Talenta
menggambarkan semua kemampuan, dan kesempatan untuk melayani Allah
ketika kita masih di bumi.
Sekarang bagaimana dengan kita, apakah kerinduan yang ada pada kita
adalah menjadi hamba yang baik, setia dan bertanggung jawab? Ataukah
kita ingin menjadi hamba yang jahat dan malas? Jadilah hamba yang baik
, setia dan bertanggung jawab, yang dapat mengembangkan setiap talenta
yang diberikanNya. Setialah dalam banyak perkara, karena perkara yang
besar yang akan diberikan kepada kita dimulai dengan perkara yang
kecil. (Ariel)

1 Comments:
kamu memang cuantik tapi sayang kamu bukan milik aku ,jujur uku sangat ingin kenal lebih dekat sama kamu.ku lihat senyuman dari kamu sangat merah merekah dan bola mata kamu sangat memancarkan sinar cahaya yang tajam
Post a Comment
<< Home