Tuesday, September 05, 2006

Something Fresh

Happiness Gede Prama Off Air : Stop Comparing, Start Flowing

Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur
Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman
rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.
Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum
tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.


Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana?"

"Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin.

"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?" tanya
tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, "Karena
di dalam gelap, di luar terang."

Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan
keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat
apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan
keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak
'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu
juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua
orang.

Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya,
banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk
kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus
atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar
tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak
akan berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia,
mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan
hilang karena pensiun.

"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan
selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap
kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat
dari mencarinya di luar," tegas Gede Prama. Untuk mencapai tingkatan
kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui
5(lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.

Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.

"Stop membandingkan dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar
untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap
pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar," ujar
Gede Prama.

Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, menurut
Gede Prama, dimulai dari membandingkan. Gede Prama mencontohkan orang
kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia
berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan
orang kulit putih.

"Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik.
Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,
maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads
you nowhere," kata Gede Prama dengan logatnya yang khas.

Karena itu, Gede Prama mengajak peserta ke sebuah titik, mengalir
(flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi
diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana
saja.


Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.
Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita
bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan
menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!" kata Gede Prama.

Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi. Sebab
utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi.
"Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi
lebih banyak," ujar Gede Prama.

"Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and
I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian
saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila
kita konsentrasi pada hal memberi," lanjut Gede Prama lagi. Memberi tidak
harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum,
pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia
akan memasuki wilayah beauty and happiness.

"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi,
ada yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu
keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada
saya, apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.

Saya bilang sleep well, eat well," ungkap Gede Prama sambil tersenyum.
Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya
saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita
sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan
kegiatan memberi.

Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari
semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya
gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika
ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan
cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.

"Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa
bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar
dari dalam diri Anda bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta
ampun. Bersyukurlah, karena orang cerewet adalah guru kehidupan
terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang
kesabaran.

Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun. Bersyukurlah, karena
Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan," ujar Gede Prama membesarkan
hati.

Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut
Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin
banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya
dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim
sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.



"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.
Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah
cantik," kata Gede Prama disambut tawa peserta. "Jadi semuanya ada
gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness,"
tegasnya.

Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah
rangkaian sikap. "Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan
godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu
sekarang," ujar Gede Prama.

Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda
benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala
sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.
Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula
kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan
terhadap kebenaran.

"Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending
jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin
terhadap kebenaran," kata Gede Prama.

"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang
kecil," sambung Gede Prama.

Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan
kita tahu kehidupan. Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia
yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini
hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui
diri kita sendiri," kata Gede Prama.

Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian
mengetahui kehidupan.

Jika Esok Takkan Pernah Datang

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya.

Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu seorang perempuan yang sangat cantik dan baik. Perempuan ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja yang selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dapat membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, ataupun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, pasti besok saya akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas
dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku mencintaimu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.

Waktu pun berlalu, anak-anaknya sudah dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orangtua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi berlibur bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu." Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dia meninggal dunia dengan airmata di pipinya.

http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
***

Waktu itu tidak pernah berhenti, terus maju dan maju. Jika kita selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu cepatnya, hingga kita baru menyadari bahwa waktu telah meninggalkan kita.

Teguran-teguran Satu Menit

(Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D.)

Ada satu hal menarik dari The One Minute Manager, yang mungkin tampak
berlawanan. Meski motto utama Manajer Satu Menit adalah memergoki
karyawan melakukan sesuatu dengan benar, namun itu bukan berarti
mengabaikan kesalahan. Justru ketika Manajer satu menit mendapati
karyawannya melakukan suatu kesalahan, tidak segan-segan ia memberikan
teguran. Teguran itu diberikan tanpa terkecuali. Dan inilah rahasia
ketiga dari Manajer Satu Menit: Teguran Satu Menit. Teguran tetap
diberikan meski hal-hal lain berjalan dengan baik.

Mengapa teguran? Ketika karyawan telah tahu apa sasaran dan bagaimana
mencapainya, maka melakukan kesalahan merupakan suatu hal yang harus
dicermati. Manajer satu menit akan segera mempelajari fakta kesalahan
tersebut, kemudian menegaskan dan menunjukkan kekecewaannya. Melalui
teguran ini, manajer satu menit seolah mengatakan bahwa sebenarnya
kesalahan itu tidak mungkin dilakuan oleh seorang karyawan yang
kompeten. Ia memberikan respek pada kemampuan karyawan, karenanya
kesalahan dianggap sebagai penyia-nyiaan dari kompetensi itu.
Ia mengharap agar karyawan tidak melakukan kesalahan yang sama.

Bagaimana Manajer satu menit melakukan teguran dengan baik? Pertama,
perlu dipahami bahwa anda tidak bisa menegur karyawan yang
melakukan kesalahan jika anda tidak bersedia memberi tahu kepada
karyawan bagaimana cara mereka melakukan sesuatu. Dan itu harus anda
katakan dengan tegas. Jika anda telah menunjukkan kepada karyawan
sasaran dan bagaimana mencapainya, maka ketika terjadi kesalahan,
anda berwenang untuk memberikan teguran.

Kedua, ketika terjadi kesalahan anda harus memberikan teguran dengan
segera. Ini adalah kunci utama dari teguran satu menit. Dengan
demikian, teguran dapat berlaku sebagai umpan balik bagi
pendisiplinan. Kebanyakan manajer memendam teguran sehingga
menumpuk-numpuk perasaan negatif dalam diri mereka. Pada waktunya
mereka akan meledakkan kemarahan dan mengatakan pada karyawan bahwa
mereka melakukan kesalahan sekian lama. Ini tentu tidak adil.
Semestinya teguran diberikan sesuai dengan relevansi perilaku yang ingin
ditegur.

Ketiga, isi teguran haruslah spesifik pada apa yang ingin ditegur. Dan,
keempat, jangan sekali-kali menyerang secara pribadi. Dengan tidak
mengusik harga diri, maka karyawan tidak perlu lagi mencari-cari
dalih untuk mengobati perasaan harga diri yang terluka. Sekali lagi,
teguran haruslah bersifat umpan balik atas perilaku bukan perasaan
sebagai manusia. Tujuan terutama dari teguran satu menit adalah
MENYINGKIRKAN PERILAKU YANG KELIRU DAN MENJAGA PRIBADI KARYAWAN.

Dengan kata lain, perilaku yang salah, namun pribadi mereka tetap utuh.
Itu berarti, bahwa manajer satu menit menegur dahulu, kemudian memberikan
"pujian" atau dukungan atas pribadi mereka. Manajer satu menit bersikap
keras terlebih dahulu, baru kemudian "menyenangkan".

Karena yang dipersalahkan adalah perilaku dan ditunjukkan secara
spesifik, maka tidak perlu ada tindakan mencari-cari kesalahan. Di lain
pihak, bagi karyawan tidak perlu mencari-cari pembelaan diri. Oleh karena
itu teguran dapat bersifat jujur dan tulus. Ini adalah kunci kelima.
Teguran harus dilanjutkan dengan kepedulian anda akan kesejahteraan
pribadi karyawan. Manajer satu menit tidak segan untuk memberikan sentuhan
untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar tulus akan teguran itu, dan
tidak ada prasangka terpendam kecuali keinginan untuk meraih sesuatu
yang lebih baik.

Terakhir, bila teguran telah diberikan, maka harus disadari bahwa
teguran itu telah selesai. Manajer satu menit tidak memperpanjang
teguran-teguran. Teguran hanya pantas diberikan tidak lebih dari 30 detik.
Setelah itu mereka tidak akan mengungkit-ungkitnya.

Secara ringkas, teguran satu menit berjalan dengan baik jika anda
melakukan hal ini:

1. Mengatakan sebelumnya kepada karyawan bahwa anda akan memberi tahu
apa dan bagaimana karyawan melakukan sesuatu.

2. Menegur dengan segera.

3. Mengatakan perihal yang salah secara spesifik.

4. Menyatakan bagaimana perasaan anda mengenai apa yang mereka lakukan
dengan salah secara tegas.

5. Berhenti beberapa detik untuk memberi kesempatan bagi karyawan
meresapi perasaan anda.

6. Berjabatan tangan atau menyentuh mereka secara tulus, menunjukkan
bahwa anda tetap berada di pihak mereka.

7. Mengingatkan betapa anda menghargai karyawan anda.

8. Menegaskan bahwa dalam pandangan anda, karyawan anda adalah baik,
namun tidak demikian dengan pekerjaan mereka dalam situasi ini.

9. Menyadari bahwa ketika teguran itu selesai, itu benar-benar selesai.

Ketiga rahasia manajer satu menit ini tampak masuk akal: dimulai dari
sasaran satu menit, pujian satu menit dan teguran satu menit. Dan
semuanya bisa berjalan dengan baik. Namun kunci dari semua
itu adalah ... silakan ikuti ringkasan manajer satu menit di bab berikutnya.

Semoga bermanfaat!

Have a positive day!

7 Langkah Menjadi Ahli

Telusuri karakter pekerjaan
Langkah awal yang harus dilakukan untuk menjadi ahli di bidang pekerjaan Anda adalah menentukan tolok ukur keahlian itu sendiri. Caranya dengan menelusuri karakter pekerjaan Anda. Maksudnya setiap bidang pekerjaan memiliki kualifikasi penguasaan tertentu yang terbagi dalam penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Misalnya jika Anda bekerja di biro perjalanan wisata, tentu Anda harus memiliki pengetahuan tentang daerah wisata, ketrampilan memandu turis/wisatawan dan ketrampilan berbahasa asing. Dan tentu saja pengetahuan dan ketrampilan ini harus didukung oleh sikap yang ramah, supel, dan familiar.

Penilaian kekuatan diri
Nilailah diri Anda dengan jujur. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda sudah memiliki sikap yang menunjang tugas dan pekerjaan Anda. Sebaiknya Anda juga meminta ‘feedback’ dari orang lain di sekeliling Anda. Masalahnya, kadang Anda merasa sudah cukup ramah, tetapi ternyata menurut orang-orang di sekitar Anda, tidak demikian. Untuk kolom pengetahuan dan ketrampilan nilailah seberapa baik diri Anda untuk setiap aspek yang telah ditentukan. Penilaian itu ‘baik, cukup, atau kurang’. Untuk penilaian ini pun Anda harus berlaku objektif, kalau perlu Anda bisa minta bantuan teman Anda untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan Anda. Misalnya ketrampilan manajemen Anda baik, cukup, atau kurang.

Sadari kelemahan dan bertindaklah
Dari kedua hal di atas, Anda dapat menyadari apa saja kelemahan dan kekurangan Anda. Tapi jika sudah menyadari, jangan terlalu banyak toleransi pada diri sendiri dengan tidak melakukan peningkatan. Segeralah bertindak, jika pengetahuan dan ketrampilan Anda masih kurang, lakukan peningkatan dan penambahan kualitas ketrampilan dan pengetahuan Anda.

Jangan berhenti berlatih
Semakin sering Anda berlatih akan semakin baik bagi Anda untuk menjadi seorang ‘ahli’. Kondisikan diri Anda seperti seorang atlit yang harus meraih ‘juara’. Tentukan target dalam berlatih. Misalnya kalau saat ini Anda sedang berlatih meningkatkan ketrampilan bahasa asing, minimal tiga bulan ke depan Anda sudah lancar berbahasa asing tersebut. Caranya tentu dengan berlatih langsung dengan orang yang terampil di bidang tersebut. Tambahkan porsi latihan dari waktu ke waktu.

Kekuatan pendukung
Untuk menjadi seorang ‘ahli’ diperlukan pendukung yang kuat. Pendukung itu adalah orang-orang yang selalu mensupport dan membantu Anda dalam mencapai keahlian. Orang-orang tersebut terdiri dari: orang-orang di lingkungan pekerjaan yang bisa diajak berdiskusi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan keahlian; orang yang mau melatih Anda; orang yang memberikan informasi tentang hal-hal yang Anda perlukan; orang yang bisa memberikan ‘feedback’ tentang performa kerja Anda; orang yang menyemangati usaha Anda; dan orang-orang yang dapat membantu memperluas hubungan sosial yang berguna bagi pekerjaan Anda.

Lakukan pembaruan
Jika Anda merasa sudah cukup ahli dalam suatu bidang, jangan terpaku pada satu keahlian tersebut. Lakukan pembaruan dan penyegaran agar keahlian yang Anda miliki tidak ‘kejam’ alias ketinggalan jaman. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan keahlian Anda untuk hal-hal yang berguna. Karena keahlian yang tidak dimanfaatkan akan mengalami ‘stagnasi’.

Evaluasi
Langkah terakhir yang harus Anda lakukan untuk menjadi ‘ahli’ adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala. Misalnya, kekurangan dan kelemahan apa saja yang berhasil Anda atasi? Target keahlian apa yang sudah tercapai? Sejauh mana peran pendukung dapat membantu usaha Anda dan kekuatan pendukung mana yang perlu ditambah? Sejauh mana keahlian yang telah Anda capai dapat bermanfaat..?. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda dalam memposisikan diri untuk menjadi ‘seorang yang ahli’.

Dengan melakukan hal-hal di atas secara lebih serius, fokus, dan konsisten, Anda akan menjadi orang yang ahli di bidang Anda. Tetapi ingat, keahlian tanpa kepedulian pada orang lain, percuma saja. Selain untuk diri pribadi dan karir, manfaatkan keahlian Anda untuk kepentingan sosial dan mereka yang membutuhkan. Karena keahlian Anda akan semakin berarti bila berguna bagi orang lain bukan? Good luck..!


8 Langkah Jadi Bintang!

Bintang disini bukan dalam artian dia seorang yang cantik atau menarik secara fisik semata namun mencakup semua hal. Mulai dari cerdas, punya keahlian, pandai bergaul, aktif, dan masih banyak lagi. Nah, bagi Anda yang ingin jadi bintang di tempat kerja, coba simak strategi menjadi bintang di bawah ini:

- Modal
IQ, kepribadian, kemampuan bersosialisasi, dan pendidikan adalah modal utama. Hal terpenting adalah merubah kekuatan tersebut menjadi kekuatan yang bergerak. Komunikasikan modal tersebut.

- Aktif
Bangun dasar yang kokoh ketika memulai. Itu memberikan kesan yang baik kepada rekan, bos, dan klien Anda. Karenanya inisiatif merupakan langkah pertama untuk menjadi bintang. Inisiatif memiliki empat elemen yaitu melakukan hal di luar deskripsi kerja, membantu yang lain, berani mengambil resiko dan melakukan pekerjaan sampai tuntas.

- Kerjasama
Cara terbaik menyelesaikan suatu pekerjaan adalah melalui kerjasama. Jika ingin bagus dalam bekerjasama, kenali apa yang Anda tidak tahu tapi perlu tahu. Lalu siapa yang dapat memberikan pengetahuan itu dan jalin hubungan dengan mereka. Kerjasama merupakan sistem barter. Bila mengharapkan orang untuk bertukar dengan Anda, maka tunjukkan bahwa Anda memiliki sesuatu untuk ditukar. Bersiaplah membantu orang sebelum Anda meminta bantuan.

- Pengaturan diri
Banyak pekerja melihat pengaturan waktu kerja sebagai pengaturan diri. Sebenarnya tidak hanya dalam mengatur pekerjaan, tapi juga hubungan dengan orang-orang di sekitar karir dan aset karir Anda. Para bintang mulai mencari-cari tahu enam bulan sebelum proyek selesai dan bertanya, "Pengalaman apa yang saya punya? Tugas apa yang harus saya selesaikan setelah ini agar saya lebih berharga bagi perusahaan?" Mereka mulai memilih proyek berikutnya sebelum menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan.

- Berpikiran luas
Jangan hanya melihat sesuatu dari sudut pandang sendiri. Lihat dengan cara yang lebih luas dan sesuaikan dengan cara pikir orang lain.

- Pemimpin
Para bintang memiliki kemampuan mempersatukan orang untuk menyelesaikan pekerjaan. Bukan memecat, menaikkan gaji, atau jabatan. Mereka punya tiga komponen seorang pemimpin yang baik yaitu berpengetahuan, membawa energi ke tempat kerja dan lingkungan serta selalu memberikan perhatian pada setiap orang yang terlibat dalam suatu proyek.

- Kenali perusahaan Anda
Seluk beluk perusahaan, siapa yang dapat dipercaya dan yang sebaiknya dihindari serta bagaimana mengatur kompetisi dalam organisasi, perlu mendapat perhatian. Buka mata dan cari tahu. Apa pandangan atasan dan pekerja yang lebih lama dari Anda mengenai hal-hal yang sedang terjadi. Jadilah guru sendiri. Jadilah murid di tempat kerja.

- Bintang percakapan
Seorang bintang di tempat kerja adalah ahli komunikasi yang hebat. Mereka tahu bagaimana cara membentuk percakapan, membatasinya dan menarik perhatian orang. Untuk itu, gunakan bahasa yang tepat dengan pendengar yang tepat pada waktu yang tepat.

So, bila Anda ingin jadi bintang, mulailah melihat diri Anda dan para bintang di tempat kerja. Apa yang mereka lakukan? Apa yang menyebabkan karir Anda terhambat? Kalo ingin jadi bintang, mulai lah dari sekarang. Karena, Anda memang layak jadi bintang...!




Kunci Sukses Gereja di China
Oleh: Grace Suryani


Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!

Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.

Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?!

Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.

Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!

Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …

Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan! Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan!

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan?! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).

Guys, can u see the difference?!

Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa, bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.

Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.

Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti hati TUHAN!

Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju! Jiwa-jiwa. Itu hati Tuhan.

Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!

guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!

Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah.” Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …

Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali …


Grace

China, November 2004

( dikutip dari www.glorianet.org )

0 Comments:

Post a Comment

<< Home