September Ceria !!!
Alkitab-Alkitab China Yang Tak Pernah Dirilis Memulai Debutnya di Amerika
Artifak-artifak tak ternilai yang memberikan kesaksian tentang iman
Kristiani di China akan dipamerkan untuk pertama kalinya di luar
China pada akhir bulan ini.
The Bible Ministry Exhibition of the Church in China akan memulai
debutnya di 3 kota Amerika Serikat, menampilkan suatu kesempatan
langka bagi dunia untuk melihat sejarah Ayat Suci yang berabad-abad
lamanya dari negara yang masih tinggi tingkat penganiayaan
religiusnya itu.
"Ini adalah sebuah kesempatan yang amat unik untuk mempelajari
mengenai Alkitab di China dan banyak sejarah ... dan apa yang
dihadapi gereja-gereja sekarang di China," kata William Jefferson,
direktur Global Ministries untuk American Bible Society. "Tidak ada
yang seperti ini sebelumnya."
Disponsori oleh Konsili Kristiani China, pertunjukan perdana di
Amerika Serikat itu telah mendulang pujian dari para pemimpin
Kristiani.
"Saya bersyukur untuk berita mengenai Exhibition of the Bible yang
akan dibawa ke Amerika Serikat," kata Billy Graham dalam sebuah
pernyataan tertulis. "Kami tentu saja senang itu akan terjadi dan
kami akan berdoa untuk kesuksesannya."
Mantan presiden AS, Jimmy Carter, juga mengekspresikan dukungannya,
dan mengatakan itu akan menjadi suatu "pengalaman belajar yang
sangat baik bagi orang Amerika" untuk melihat apa yang terjadi di
China.
Pameran ini - yang mengikuti sebuah pameran yang amat sukses di Hong
Kong tahun 2004 yang bertemakan "Pelita bagi Kaki-Ku, Terang bagi
Jalan-Ku" - dipamerkan pertama kali di Los Angeles mulai 27 April
selama satu minggu. Berikutnya adalah Atlanta pada 19 Mei dan New
York pada 5 Juni.
Jefferson melihat dua alasan untuk peristiwa bersejarah itu.
"Saya kira ini adalah kesempatan yang besar bagi mereka [Konsili
Kristiani China] untuk menunjukkan kesediaan mereka melihat Alkitab
didistribusikan di China dan jangkauan distribusi Alkitab itu."
Menurut Jefferson, China mempunyai 72 pusat distribusi Alkitab.
Yang kedua, "mereka membangun jembatan ke Barat sepanjang waktu,"
tambah Jefferson, dan ia juga menyebutkan hubungan antara China dan
AS.
American Bible Society (ABS), salah satu yang organisasi yang
mensponsori pameran bersama Konsili Gereja-gereja di Kota New York
dan Keuskupan Episkopal New York, telah terlibat dalam distribusi
Alkitab di China selama 100 tahun.
Walaupun China menanggung laporan tingkat penganiayaan terhadap umat
Kristiani yang begitu tinggi, ABS bekerja dengan gereja terdaftar
untuk menyediakan Ayat Suci. China mendapat tempat ke-10 di daftar
penganiaya religius utama yang dikeluarkan Open Doors baru-baru ini.
"Saya membayangkan ada sejumlah orang yang ingin melihat lagi
kebebasan [beragama] di China. Kami berusaha bekerja dengan
kebebasan yang kami punyai," kata Jefferson, menyatakan hal itu
adalah cara pendekatan terbaik karena kebebesan akan terus-menerus
tumbuh.
Versi Chinese pertama dari Alkitab yang lengkap diterjemahkan oleh
seorang misionaris asing bersama-sama dengan asistennya orang China
pada awal abad ke-19. Dari tahun 1980 sampai awal 2006, sekitar 40
juta Alkitab dalam berbagai versi, ukuran dan kemasan, telah
diterbitkan. Sekarang, sekitar 2,5 juta Alkitab didistribusikan
setiap tahunnya.
Lillian Kwon
Koresponden Kristiani Pos
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Sang Juara
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Ahmad. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Ahmad lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Ahmad bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Ahmad meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Ahmad lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Alhamdulillah, Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Ahmad maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Allah agar kamu menang, bukan?". Ahmad terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Ahmad.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Allah untuk menolongmu mengalahkan saudaramu yang lain. "Aku, hanya bermohon pada Allah, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Keep Your Goals in Sight
(A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul)
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
When she looked ahead, Florence Chadwick saw nothing but a solid wall of
fog. Her body was numb. She had been swimming for nearly sixteen hours.
Already she was the first woman to swim the English Channel in both
directions. Now, at age 34, her goal was to become the first woman to
swim from Catalina Island to the California coast.
On that Fourth of July morning in 1952, the sea was like an ice bath and
the fog was so dense she could hardly see her support boats. Sharks
cruised toward her lone figure, only to be driven away by rifle shots.
Against the frigid grip of the sea, she struggled on - hour after hour -
while millions watched on national television.
Alongside Florence in one of the boats, her mother and her trainer
offered encouragement. They told her it wasn't much farther. But all she
could see was fog. They urged her not to quit. She never had . . . until
then. With only a half mile to go, she asked to be pulled out.
Still thawing her chilled body several hours later, she told a reporter,
"Look, I'm not excusing myself, but if I could have seen land I might
have made it." It was not fatigue or even the cold water that defeated
her. It was the fog. She was unable to see her goal.
Two months later, she tried again. This time, despite the same dense
fog, she swam with her faith intact and her goal clearly pictured in her
mind. She knew that somewhere behind that fog was land and this time she
made it! Florence Chadwick became the first woman to swim the Catalina
Channel, eclipsing the men's record by two hours!
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
Have a positive day!
Ringkasan Manajer Satu Menit
(Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D.)
Masihkah anda ingat dengan anak muda yang ingin menemukan sosok seorang
manajer efektif? Kemudian ia bertemu dengan seorang manajer yang
menamakan dirinya dengan sebutan Manajer Satu Menit. Bertahun-tahun setelah
itu, anak muda itu, yang kini telah berumur, mengikarkan dirinya sebagai
seorang manajer satu menit juga. Ia kini siap membagi rahasia-rahasia
manajer satu menit kepada banyak orang.
Kunci terutama untuk menjadi manajer satu menit adalah bersikap peduli
pada karyawan. Karena, bagaimana pun untuk menjadi efektif seorang manajer
harus menggerakkan orang lain. Sedangkan, untuk menggerakkan orang lain,
seorang manajer satu menit tidak melakukannya dengan memanipulasi orang lain
untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sadari atau tidak mereka setujui.
Memang tidak semuanya berjalan sebagaimana yang diinginkan, namun dengan
bersikap jujur, pada akhirnya akan membawa hasil. Sebaliknya, bersikap tidak
jujur dan memanipulasi orang akhirnya akan membawa pada kegagalan dalam
berurusan dengan orang lain. Jadi, kekuatan gaya manajemen satu menit adalah
bersikap peduli pada orang lain.
RANGKUMAN SINGKAT
Manajemen satu menit dimulai dengan menetapkan sasaran satu menit yang
ditulis di atas selembar kertas dan harus bisa dibaca dalam satu menit
pula. Setiap sasaran akan membawa pada perilaku. Maka, tugas selanjutnya
adalah menjaga agar perilaku karyawan sesuai dengan sasaran tersebut.
Jika sasaran, atau bagian dari sasaran, yang ditetapkan tercapai, maka
ANDA MENANG. Anda atau karyawan anda berhak untuk mendapatkan sebuah pujian
satu menit. Karena yang ingin dicapai adalah perilaku yang sesuai dengan
sasaran, maka yang harus dipuji adalah perilaku dengan perasaan tulus.
Lakukan pujian itu segera dan jelas. Beri tahu karyawan apa yang telah
mereka lakukan dengan benar, dan tunjukkan bagaimana perasaan anda terhadap
pencapaian itu.
Jangan ragu untuk menjabat tangan karyawan atas pencapaian itu.
Kemudian, mulailah dengan kesuksesan ini, menetapkan sasaran-sasaran baru.
Namun, sebaliknya, jika sasaran yang ditetapkan tidak tercapai, maka
ANDA KALAH. Segera tinjau sasaran yang telah ditetapkan tersebut. Adakah
sesuatu yang kurang jelas atau tidak disetujui dari sasaran tersebut? Kemudian,
anda atau karyawan anda berhak mendapatkan teguran satu menit. Sebagamana
pujian, teguran haruslah mengarah pada perilaku, bukan pribadi. Teguran harus
dilakukan segera dan spesifik menjelaskan apa-apa yang tidak sesuai
dengan sasaran. Beri tahu karyawan apa yang keliru dan bagaimana perasaan anda.
Namun, jangan lupa untuk membesarkan hati karyawan, untuk tetap memiliki
semangat kembali pada penetapan sasaran.
Ini adalah teknik manajemen manusia yang sangat sederhana, namun bisa
berjalan baik pada orang-orang. Ini mendorong budaya organisasi yang
bersikap JUJUR pada orang-orang, dan menciptakan perasaan nyaman pada
setiap karyawan. Kepedulian pada orang selalu membawa hasil yang menakjubkan.
Dan itu akan memberikan keuntungan bagi organisasi.
The One Minute Manager sesungguhnya hanya berusaha mengingatkan kita
masing-masing agar mau menyisihkan satu menit dari hari kita guna
mengamati wajah orang-orang yang kita atur. Dan untuk menyadari bahwa mereka
merupakan sumber daya terpenting kita.
Semoga bermanfaat !
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
Have a positive day!
Pesan Moral Kelinci vs Kura-kura
Di suatu masa di suatu dimensi, kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai
siapa yang lebih cepat.
Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya. Kelinci
melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di
belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi,
"Ah, gue istirahat dulu, ntar klo si kura-kura dah deket baru gue lari
lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon (gak di atas pohon karena kelinci gak
bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.
Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu
lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.
Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya
Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan
(Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu
percaya diri, ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue
kalah" pikir kelinci. Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini
loe... Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini
pasti gue yang menang" .
Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa takut?"
Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan
kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish. Beneran juga, kelinci
yang menang; Sumpeh dehhhhhhhh.
Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal
kelakon.
Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan
bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci
adu lari lg ke suatu tempat. "Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang
kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?"
Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang
bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan dengen
kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura.
"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir kelinci.
Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih
gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi" termenung si kelinci
mencari jalan menyebrangi sungai.
Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur
berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.
Moral : ketahuilah. jikalau punya kemampuan janganlah terlalu sombong,
karena kadang keadaan sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan kita.
Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan
bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita
bareng-bareng."
Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe
tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi
sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish.
Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.
Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma
karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .
Hikmah :
1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon.
2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal .
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan .
6. Perbedaan bukanlah suatu kendala untuk bekerja sama. meskipun ada perbedaan, namun kita tetap bisa saling bekerja sama; dan justru terkadang dengan adanya perbedaan itulah muncul suatu kebaikan / keuntungan bersama.
Artifak-artifak tak ternilai yang memberikan kesaksian tentang iman
Kristiani di China akan dipamerkan untuk pertama kalinya di luar
China pada akhir bulan ini.
The Bible Ministry Exhibition of the Church in China akan memulai
debutnya di 3 kota Amerika Serikat, menampilkan suatu kesempatan
langka bagi dunia untuk melihat sejarah Ayat Suci yang berabad-abad
lamanya dari negara yang masih tinggi tingkat penganiayaan
religiusnya itu.
"Ini adalah sebuah kesempatan yang amat unik untuk mempelajari
mengenai Alkitab di China dan banyak sejarah ... dan apa yang
dihadapi gereja-gereja sekarang di China," kata William Jefferson,
direktur Global Ministries untuk American Bible Society. "Tidak ada
yang seperti ini sebelumnya."
Disponsori oleh Konsili Kristiani China, pertunjukan perdana di
Amerika Serikat itu telah mendulang pujian dari para pemimpin
Kristiani.
"Saya bersyukur untuk berita mengenai Exhibition of the Bible yang
akan dibawa ke Amerika Serikat," kata Billy Graham dalam sebuah
pernyataan tertulis. "Kami tentu saja senang itu akan terjadi dan
kami akan berdoa untuk kesuksesannya."
Mantan presiden AS, Jimmy Carter, juga mengekspresikan dukungannya,
dan mengatakan itu akan menjadi suatu "pengalaman belajar yang
sangat baik bagi orang Amerika" untuk melihat apa yang terjadi di
China.
Pameran ini - yang mengikuti sebuah pameran yang amat sukses di Hong
Kong tahun 2004 yang bertemakan "Pelita bagi Kaki-Ku, Terang bagi
Jalan-Ku" - dipamerkan pertama kali di Los Angeles mulai 27 April
selama satu minggu. Berikutnya adalah Atlanta pada 19 Mei dan New
York pada 5 Juni.
Jefferson melihat dua alasan untuk peristiwa bersejarah itu.
"Saya kira ini adalah kesempatan yang besar bagi mereka [Konsili
Kristiani China] untuk menunjukkan kesediaan mereka melihat Alkitab
didistribusikan di China dan jangkauan distribusi Alkitab itu."
Menurut Jefferson, China mempunyai 72 pusat distribusi Alkitab.
Yang kedua, "mereka membangun jembatan ke Barat sepanjang waktu,"
tambah Jefferson, dan ia juga menyebutkan hubungan antara China dan
AS.
American Bible Society (ABS), salah satu yang organisasi yang
mensponsori pameran bersama Konsili Gereja-gereja di Kota New York
dan Keuskupan Episkopal New York, telah terlibat dalam distribusi
Alkitab di China selama 100 tahun.
Walaupun China menanggung laporan tingkat penganiayaan terhadap umat
Kristiani yang begitu tinggi, ABS bekerja dengan gereja terdaftar
untuk menyediakan Ayat Suci. China mendapat tempat ke-10 di daftar
penganiaya religius utama yang dikeluarkan Open Doors baru-baru ini.
"Saya membayangkan ada sejumlah orang yang ingin melihat lagi
kebebasan [beragama] di China. Kami berusaha bekerja dengan
kebebasan yang kami punyai," kata Jefferson, menyatakan hal itu
adalah cara pendekatan terbaik karena kebebesan akan terus-menerus
tumbuh.
Versi Chinese pertama dari Alkitab yang lengkap diterjemahkan oleh
seorang misionaris asing bersama-sama dengan asistennya orang China
pada awal abad ke-19. Dari tahun 1980 sampai awal 2006, sekitar 40
juta Alkitab dalam berbagai versi, ukuran dan kemasan, telah
diterbitkan. Sekarang, sekitar 2,5 juta Alkitab didistribusikan
setiap tahunnya.
Lillian Kwon
Koresponden Kristiani Pos
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Sang Juara
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Ahmad. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Ahmad lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Ahmad bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Ahmad meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Ahmad lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Alhamdulillah, Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Ahmad maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Allah agar kamu menang, bukan?". Ahmad terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Ahmad.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Allah untuk menolongmu mengalahkan saudaramu yang lain. "Aku, hanya bermohon pada Allah, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Keep Your Goals in Sight
(A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul)
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
When she looked ahead, Florence Chadwick saw nothing but a solid wall of
fog. Her body was numb. She had been swimming for nearly sixteen hours.
Already she was the first woman to swim the English Channel in both
directions. Now, at age 34, her goal was to become the first woman to
swim from Catalina Island to the California coast.
On that Fourth of July morning in 1952, the sea was like an ice bath and
the fog was so dense she could hardly see her support boats. Sharks
cruised toward her lone figure, only to be driven away by rifle shots.
Against the frigid grip of the sea, she struggled on - hour after hour -
while millions watched on national television.
Alongside Florence in one of the boats, her mother and her trainer
offered encouragement. They told her it wasn't much farther. But all she
could see was fog. They urged her not to quit. She never had . . . until
then. With only a half mile to go, she asked to be pulled out.
Still thawing her chilled body several hours later, she told a reporter,
"Look, I'm not excusing myself, but if I could have seen land I might
have made it." It was not fatigue or even the cold water that defeated
her. It was the fog. She was unable to see her goal.
Two months later, she tried again. This time, despite the same dense
fog, she swam with her faith intact and her goal clearly pictured in her
mind. She knew that somewhere behind that fog was land and this time she
made it! Florence Chadwick became the first woman to swim the Catalina
Channel, eclipsing the men's record by two hours!
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
Have a positive day!
Ringkasan Manajer Satu Menit
(Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D.)
Masihkah anda ingat dengan anak muda yang ingin menemukan sosok seorang
manajer efektif? Kemudian ia bertemu dengan seorang manajer yang
menamakan dirinya dengan sebutan Manajer Satu Menit. Bertahun-tahun setelah
itu, anak muda itu, yang kini telah berumur, mengikarkan dirinya sebagai
seorang manajer satu menit juga. Ia kini siap membagi rahasia-rahasia
manajer satu menit kepada banyak orang.
Kunci terutama untuk menjadi manajer satu menit adalah bersikap peduli
pada karyawan. Karena, bagaimana pun untuk menjadi efektif seorang manajer
harus menggerakkan orang lain. Sedangkan, untuk menggerakkan orang lain,
seorang manajer satu menit tidak melakukannya dengan memanipulasi orang lain
untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sadari atau tidak mereka setujui.
Memang tidak semuanya berjalan sebagaimana yang diinginkan, namun dengan
bersikap jujur, pada akhirnya akan membawa hasil. Sebaliknya, bersikap tidak
jujur dan memanipulasi orang akhirnya akan membawa pada kegagalan dalam
berurusan dengan orang lain. Jadi, kekuatan gaya manajemen satu menit adalah
bersikap peduli pada orang lain.
RANGKUMAN SINGKAT
Manajemen satu menit dimulai dengan menetapkan sasaran satu menit yang
ditulis di atas selembar kertas dan harus bisa dibaca dalam satu menit
pula. Setiap sasaran akan membawa pada perilaku. Maka, tugas selanjutnya
adalah menjaga agar perilaku karyawan sesuai dengan sasaran tersebut.
Jika sasaran, atau bagian dari sasaran, yang ditetapkan tercapai, maka
ANDA MENANG. Anda atau karyawan anda berhak untuk mendapatkan sebuah pujian
satu menit. Karena yang ingin dicapai adalah perilaku yang sesuai dengan
sasaran, maka yang harus dipuji adalah perilaku dengan perasaan tulus.
Lakukan pujian itu segera dan jelas. Beri tahu karyawan apa yang telah
mereka lakukan dengan benar, dan tunjukkan bagaimana perasaan anda terhadap
pencapaian itu.
Jangan ragu untuk menjabat tangan karyawan atas pencapaian itu.
Kemudian, mulailah dengan kesuksesan ini, menetapkan sasaran-sasaran baru.
Namun, sebaliknya, jika sasaran yang ditetapkan tidak tercapai, maka
ANDA KALAH. Segera tinjau sasaran yang telah ditetapkan tersebut. Adakah
sesuatu yang kurang jelas atau tidak disetujui dari sasaran tersebut? Kemudian,
anda atau karyawan anda berhak mendapatkan teguran satu menit. Sebagamana
pujian, teguran haruslah mengarah pada perilaku, bukan pribadi. Teguran harus
dilakukan segera dan spesifik menjelaskan apa-apa yang tidak sesuai
dengan sasaran. Beri tahu karyawan apa yang keliru dan bagaimana perasaan anda.
Namun, jangan lupa untuk membesarkan hati karyawan, untuk tetap memiliki
semangat kembali pada penetapan sasaran.
Ini adalah teknik manajemen manusia yang sangat sederhana, namun bisa
berjalan baik pada orang-orang. Ini mendorong budaya organisasi yang
bersikap JUJUR pada orang-orang, dan menciptakan perasaan nyaman pada
setiap karyawan. Kepedulian pada orang selalu membawa hasil yang menakjubkan.
Dan itu akan memberikan keuntungan bagi organisasi.
The One Minute Manager sesungguhnya hanya berusaha mengingatkan kita
masing-masing agar mau menyisihkan satu menit dari hari kita guna
mengamati wajah orang-orang yang kita atur. Dan untuk menyadari bahwa mereka
merupakan sumber daya terpenting kita.
Semoga bermanfaat !
http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua
Have a positive day!
Pesan Moral Kelinci vs Kura-kura
Di suatu masa di suatu dimensi, kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai
siapa yang lebih cepat.
Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya. Kelinci
melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di
belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi,
"Ah, gue istirahat dulu, ntar klo si kura-kura dah deket baru gue lari
lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon (gak di atas pohon karena kelinci gak
bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.
Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu
lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.
Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya
Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan
(Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu
percaya diri, ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue
kalah" pikir kelinci. Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini
loe... Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini
pasti gue yang menang" .
Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa takut?"
Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan
kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish. Beneran juga, kelinci
yang menang; Sumpeh dehhhhhhhh.
Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal
kelakon.
Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan
bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci
adu lari lg ke suatu tempat. "Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang
kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?"
Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang
bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan dengen
kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura.
"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir kelinci.
Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih
gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi" termenung si kelinci
mencari jalan menyebrangi sungai.
Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur
berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.
Moral : ketahuilah. jikalau punya kemampuan janganlah terlalu sombong,
karena kadang keadaan sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan kita.
Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan
bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita
bareng-bareng."
Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe
tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi
sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish.
Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.
Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma
karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .
Hikmah :
1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon.
2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal .
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan .
6. Perbedaan bukanlah suatu kendala untuk bekerja sama. meskipun ada perbedaan, namun kita tetap bisa saling bekerja sama; dan justru terkadang dengan adanya perbedaan itulah muncul suatu kebaikan / keuntungan bersama.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home