Pertumbuhan Rohani
Pertumbuhan rohani kita terjadi bukan saja pada saat kita bertobat, dibaptis dan menerima karunia Roh Kudus tetapi pertumbuhan itu harus terjadi terus menerus. Dalam pertumbuhan kadang-kadang kita mencapai sesuatu yang datar seperti plateau, menunjukkan pertumbuhan yang terhenti pada suatu titik tertentu (stagnasi). Stagnasi sangat berbahaya karena hal ini menunjukkan bahwa kita mengalami kemunduran bahkan kematian dalam pertumbuhan rohani kita. Seperti suatu pohon yang bertumbuh tetapi pada suatu saat pertumbuhannya terhambat, kemudian mengering dan mati.
“Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (II Petrus 3:17-1)
Pertumbuhan yang dimaksud adalah mengenal Kristus dalam hidup kita. Semakin kita mengenal Dia, kita semakin mengetahui isi hati-Nya dan kita semakin dipenuhiI oleh anugerah-Nya. Untuk itu kita harus mengakui bahwa kita lemah dan kita membutuhkan kasih karunia Tuhan, supaya kita bisa bertumbuh di dalam Dia.
Ada beberapa hal yang harus kita miliki supaya kita bisa bertumbuh :
1. Keinginan
Pertumbuhan kita digambarkan seperti seorang bayi yang baru lahir yang selalu membutuhkan air susu. Seorang bayi hanya bisa bertumbuh jika ia terus-menerus menginginkan air susu. “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,” (1 Petrus 2:2). Kita harus bertumbuh supaya kita memperoleh keselamatan.
2. Usaha
Selain menginginkan makanan kita juga harus berusaha untuk memperoleh makanan itu yaitu dengan cara tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah orang-orang kudus, sebaliknya kita harus semakin giat. Semua ini menunjukan keputusan kita, apakah kita mau bertumbuh atau tidak.
3. Displin
Pendisiplinan terjadi dalam keluarga. Pertumbuhan seorang bayi sangat bergantung kepada keluarga yang membesarkannya. Seorang bayi akan bertumbuh dengan sehat apabila dia dibesarkan dalam suatu keluarga yang penuh kasih sayang dan perhatian. Banyak bayi yang bertumbuh dewasa dengan membawa banyak kelainan, apakah itu kelainan fisik maupun kelainan jiwa.Hal ini disebabkan karena mereka bertumbuh dalam suatu keluarga yang kurang baik. Demikian juga dengan bayi rohani, ia memerlukan suatu keluarga rohani yang sehat, dan keluarga itu adalah jemaat yang hidup dalam kebenaran.
Seorang bayi harus diajarkan kebenaran dan didisiplinkan supaya bisa bertumbuh dan memiliki karakter Kristus. Sangat aneh apabila seorang bayi rohani bertindak menurut keinginannya sendiri dan menolak untuk diajar dan didisiplinkan menurut firman Tuhan. Disiplin berbicara tentang ketaatan kita kepada firman Tuhan. Ketaatan ini penting karena firman Tuhan yang merupakan makanan itu menjadi tidak berguna jika kita tidak taat. Ketaatan lebih penting dari korban bakaran, sebab pendurhakaan sama seperti dosa bertenung dan kedegilan sama dengan menyembah berhala.
1 Samuel 15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN ? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."
Pertumbuhan kita juga dapat digambarkan seperti pertumbuhan suatu pohon. Pertumbuhan yang terjadi pada sebuah pohon adalah pertumbuhan yang terjadi ke bawah dan ke atas.Yang bertumbuh ke bawah adalah akar sedangkan yang bertumbuh ke atas adalah batang yang menghasilkan buah.
“Dan orang-orang yang terluput diantara kaum Yehuda,yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas” (Yesaya 37:31).
* Pertumbuhan ke bawah merupakan sesuatu yang tidak kelihatan, karena akar itu berada di dalam tanah. Ini disebut dengan pertumbuhan rohani .
* Pertumbuhan ke atas adalah sesuatu yang dapat dilihat. Ini adalah pertumbuhan sikap dan karakter yang kelihatan (buah-buah Roh).
Kedua pertumbuhan ini harus terjadi seimbang. Sebab tidak mungkin pohon yang tinggi mempunyai akar yang dangkal, sebab jika demikian maka pohon itu akan tumbang. Artinya, kita harus bertumbuh dahulu dalam akar (petumbuhan rohani), barulah kita juga bisa bertumbuh dalam apa yang kelihatan (karakter, sikap dan perbuatan kita). Itulah yang disebut Buah-buah Roh.
”Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”(Galatia 5:22-2)
Buah sangatlah penting sebab jika kita tidak berbuah maka kita bisa dikutuk oleh Yesus sama seperti sewaktu Yesus mengutuk pohon yang tidak menghasilkan buah. Pertumbuhan rohani (akar) menentukan pertumbuhan karakter (buah-buah roh). Jika kita menghasilkan buah-buah Roh yang dapat dilihat, maka sudah pasti hal itu terjadi karena kita semakin berakar. Berakar yang dimaksud adalah berakar di dalam kasih, dan kasih itu adalah Yesus Kristus.
“Aku berdoa supaya Ia,menurut kekayaan kemuliaanNya,menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya didalam batinmu, sehingga oleh imanmu kristus dianm didalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar didalam kasih” (Efesus 3:16-17).
“Kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap didalam Dia. Hendaklah kamu berakar didalam Dia dan dibangun diatas Dia, Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu dan hendaklah hatimu melimpah dengan ucapan syukur (Kolose 2:6-7).
Pertumbahan rohani (akar) adalah pertumbuhan iman kita kepada Yesus Kristus, di mana kita semakin mengenal Dia, mengasihi Dia dan percaya kepada-Nya. Itulah pertumbuhan rohani yang tidak kelihatan. Jika kita tidak menghasilkan buah-buah yang baik, maka dapat dipastikan bahwa kita tidak berakar di dalam Kristus. Buah adalah segala pekerjaan yang baik
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal dan kamu memberi buah dalam segala perkerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tetang Allah.” (Kol 1:9-10).
Karena itu kita harus tetap berakar di dalam Dia, tinggal di dalam Dia, memiliki hubungan yang intim dengan Dia, supaya kita dapat bertumbuh dan menghasilkan buah, amin.
“Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (II Petrus 3:17-1)
Pertumbuhan yang dimaksud adalah mengenal Kristus dalam hidup kita. Semakin kita mengenal Dia, kita semakin mengetahui isi hati-Nya dan kita semakin dipenuhiI oleh anugerah-Nya. Untuk itu kita harus mengakui bahwa kita lemah dan kita membutuhkan kasih karunia Tuhan, supaya kita bisa bertumbuh di dalam Dia.
Ada beberapa hal yang harus kita miliki supaya kita bisa bertumbuh :
1. Keinginan
Pertumbuhan kita digambarkan seperti seorang bayi yang baru lahir yang selalu membutuhkan air susu. Seorang bayi hanya bisa bertumbuh jika ia terus-menerus menginginkan air susu. “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,” (1 Petrus 2:2). Kita harus bertumbuh supaya kita memperoleh keselamatan.
2. Usaha
Selain menginginkan makanan kita juga harus berusaha untuk memperoleh makanan itu yaitu dengan cara tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah orang-orang kudus, sebaliknya kita harus semakin giat. Semua ini menunjukan keputusan kita, apakah kita mau bertumbuh atau tidak.
3. Displin
Pendisiplinan terjadi dalam keluarga. Pertumbuhan seorang bayi sangat bergantung kepada keluarga yang membesarkannya. Seorang bayi akan bertumbuh dengan sehat apabila dia dibesarkan dalam suatu keluarga yang penuh kasih sayang dan perhatian. Banyak bayi yang bertumbuh dewasa dengan membawa banyak kelainan, apakah itu kelainan fisik maupun kelainan jiwa.Hal ini disebabkan karena mereka bertumbuh dalam suatu keluarga yang kurang baik. Demikian juga dengan bayi rohani, ia memerlukan suatu keluarga rohani yang sehat, dan keluarga itu adalah jemaat yang hidup dalam kebenaran.
Seorang bayi harus diajarkan kebenaran dan didisiplinkan supaya bisa bertumbuh dan memiliki karakter Kristus. Sangat aneh apabila seorang bayi rohani bertindak menurut keinginannya sendiri dan menolak untuk diajar dan didisiplinkan menurut firman Tuhan. Disiplin berbicara tentang ketaatan kita kepada firman Tuhan. Ketaatan ini penting karena firman Tuhan yang merupakan makanan itu menjadi tidak berguna jika kita tidak taat. Ketaatan lebih penting dari korban bakaran, sebab pendurhakaan sama seperti dosa bertenung dan kedegilan sama dengan menyembah berhala.
1 Samuel 15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN ? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."
Pertumbuhan kita juga dapat digambarkan seperti pertumbuhan suatu pohon. Pertumbuhan yang terjadi pada sebuah pohon adalah pertumbuhan yang terjadi ke bawah dan ke atas.Yang bertumbuh ke bawah adalah akar sedangkan yang bertumbuh ke atas adalah batang yang menghasilkan buah.
“Dan orang-orang yang terluput diantara kaum Yehuda,yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas” (Yesaya 37:31).
* Pertumbuhan ke bawah merupakan sesuatu yang tidak kelihatan, karena akar itu berada di dalam tanah. Ini disebut dengan pertumbuhan rohani .
* Pertumbuhan ke atas adalah sesuatu yang dapat dilihat. Ini adalah pertumbuhan sikap dan karakter yang kelihatan (buah-buah Roh).
Kedua pertumbuhan ini harus terjadi seimbang. Sebab tidak mungkin pohon yang tinggi mempunyai akar yang dangkal, sebab jika demikian maka pohon itu akan tumbang. Artinya, kita harus bertumbuh dahulu dalam akar (petumbuhan rohani), barulah kita juga bisa bertumbuh dalam apa yang kelihatan (karakter, sikap dan perbuatan kita). Itulah yang disebut Buah-buah Roh.
”Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”(Galatia 5:22-2)
Buah sangatlah penting sebab jika kita tidak berbuah maka kita bisa dikutuk oleh Yesus sama seperti sewaktu Yesus mengutuk pohon yang tidak menghasilkan buah. Pertumbuhan rohani (akar) menentukan pertumbuhan karakter (buah-buah roh). Jika kita menghasilkan buah-buah Roh yang dapat dilihat, maka sudah pasti hal itu terjadi karena kita semakin berakar. Berakar yang dimaksud adalah berakar di dalam kasih, dan kasih itu adalah Yesus Kristus.
“Aku berdoa supaya Ia,menurut kekayaan kemuliaanNya,menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya didalam batinmu, sehingga oleh imanmu kristus dianm didalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar didalam kasih” (Efesus 3:16-17).
“Kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap didalam Dia. Hendaklah kamu berakar didalam Dia dan dibangun diatas Dia, Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu dan hendaklah hatimu melimpah dengan ucapan syukur (Kolose 2:6-7).
Pertumbahan rohani (akar) adalah pertumbuhan iman kita kepada Yesus Kristus, di mana kita semakin mengenal Dia, mengasihi Dia dan percaya kepada-Nya. Itulah pertumbuhan rohani yang tidak kelihatan. Jika kita tidak menghasilkan buah-buah yang baik, maka dapat dipastikan bahwa kita tidak berakar di dalam Kristus. Buah adalah segala pekerjaan yang baik
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal dan kamu memberi buah dalam segala perkerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tetang Allah.” (Kol 1:9-10).
Karena itu kita harus tetap berakar di dalam Dia, tinggal di dalam Dia, memiliki hubungan yang intim dengan Dia, supaya kita dapat bertumbuh dan menghasilkan buah, amin.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home