Wednesday, August 16, 2006

Doa Bapa Kami

Bapa Kami


Injil Lukas 11: 1-13 ( Lihat juga Bapa kami dalam Mateus 6:9-13).
Saudara/i terkasih , tiap hari kita berdoa Bapa kami, mungkin ada yang benar-benar mendalami arti kata-kata yang ada di dalam Doa Bapa Kami itu , tetapi banyak juga yang kurang tahu secara jelas apa sih artinya ? Atau apa sih bagusnya ? Walaupun doa terus diucapkan tanpa peduli apa artinya, toh ini adalah doa yang diajarkan sendiri oleh Yesus pada para muridNya, tentunya bagus dong.
Di dalam Injil yang baru kita dengarkan ini murid-murid Yesus minta Yesus mengajar mereka bagaimana berdoa, sebagaimana Yohanes Pembaptis juga mengajari para muridnya berdoa. Persoalannya di sini ialah, apakah para murid Yesus itu tidak bisa berdoa ? Tentu saja bisa dong, tetapi persoalannya berdoa yang baik itu bagaimana ? Maka Yesus memberi contoh doa yang baik, sebagaimana yang kita kenal sebagai doa Bapa Kami (Lebih tepatnya jika Anda melihat Bapa Kami dalam Mateus 6:9-13). Jadi maksud Yesus bukan hanya doa Bapa Kami percontohan itu saja yang harus kita ketahui. Kita harus berdoa sendiri dengan pola yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Mau mencontoh sama dengan yang diajarkanNya juga boleh, tetapi jangan hanya itu thok dong.
Apa sih bagusnya doa percontohan Yesus itu ? Nah mari kita otak-atik Doa Bapa Kami sebentar.
Bapa kami yang ada di Sorga,
dimuliakanlah namaMu,
datanglah KerajaanMu jadilah kehendakMu,
di atas bumi seperti di dalam Sorga.
Berilah kami rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.


Nah marilah kita analisa sau persatu :

BAPA KAMI YANG ADA DI SORGA :
Kata BAPA itu sendiri sudah mengejutkan para murid Yesus. Mereka yang Yahudi itu, yang mana di dalam benak mereka sudah tertanamkan pengertian Tuhan yang Maha Besar dan Maha Agung, bertahta di langit, jauh di sana. Tetapi Yesus mengajarkan, Tuhan itu bapakmu, papamu, papimu yang ada di Sorga. Betapa kurang ajarnya istilah ini. Tuhan Yang Maha Besar itu dipanggil papi, yang begitu dekat dengan kita. Wah. Ini betul-betul baru bagi telinga dan hati para muridNya, tetapi demikianlah sebenarnya, Tuhan itu dekat, paggillah Bapak yang mencintaimu.
Mengapa BAPA KAMI, bagaimana kalau kita berdoa sendirian, bukankah seharusnya harus BapaKU, bukan Bapa KAMI.. Boleh, kita boleh berdoa dengan Bapaku, atau Babe Gue yang ada di Sorge. Silakan ngarang doa sendiri, Yesus hanya memberi contoh doa saja. Tetapi di sini Yesus sangat menekankan agar kita jangan suka berdoa sendiri-sendiri, berdoalah bersama saudara/i mu seiman bersama-sama. Tuhan senang dengan kebersamaan ini. Itulah sebabnya Yesus mengatakan : Dan lagi Aku berkata kepadamu : Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di Sorga. Sebab di mana dua atu tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka (Mat 18 : 19 - 20).
Ini bukan berarti kalau kita doa sendirian tidak didengar Tuhan, tetapi Tuhan menekankan betapa pentingnya hidup berkomunitas dengan sesama saudara/i seiman. Karena dulu saya pernah mengajak teman saya pergi menghadiri doa lingkungan, apa katanya ? Buat apa doa bersama, doa sendiri di rumah saja kan sama saja. Benar doa sendiri di rumah Tuhan juga akan mendengarkan, tetapi jika Anda mau bersama-sama saudara/i seiman bersekutu dalam doa, Tuhan akan lebih berbahagia dan lebih memperhatikan doa persekutuan kita. Itulah sebabnya Tuhan mengajarkan kita berdoa Bapa KAMI, bukan bapaKU yang ada di Sorga.

DIMULIAKANLAH NAMAMU, DATANGLAH KERAJAANMU.
Nah perhatikan betapa bedanya dengan doa kita yang biasa kita panjatkan. Kita biasanya kalau berdoa, selalu mendahulukan minta ini minta itu. Lihat, Yesus memberi contoh, jangan langsung mohon ini mohon itu, pujilah Tuhan pertama-tama. DIMULIAKANLAH NAMAMU, lalu DATANGLAH KERAJAANMU, Kerajaan Allah telah datang bersama datangnya Yesus ke dunia ini, tetapi itu baru awalnya, Kerajaan itu akan mencapai pemenuhannya pada kedatangan Yesus yang kedua. Itulah kerinduan kita, bahwasanya Tuhan meraja di hati kita dalam Rohnya yang akan selalu menjadi sumber kerinduan kita.

JADILAH KEHENDAKMU DI ATAS BUMI SEPERTI DI DALAM SORGA.
Nah ini yang sulit kita laksanakan, karena biasanya kita selalu mengharapkan kehendakKUlah yang terjadi, bukan kehendak TUHAN. Oleh karena itu mengapa kita susah mengucap syukur kepada Tuhan, karena kita hanya bisa berterima kasih kepada Tuhan jika kehendakKu terjadi, maka jika kehendakKu tidak terjadi, mana bisa kita MAKASIH sama Tuhan. Orang yang selalu murung hidupnya tanpa bisa bersuka cita itu kebanyakan ialah karena kehendaknya tidak terlaksana. Tetapi orang yang selalu berdoa, JADILAH KEHENDAKMU, insya Allah hidupnya selalu penuh dengan suka cita (walaupun tak punya uang, hehehe).

BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI. Nah.sekarang barulah kita boleh mohon rejeki.. Boleh minta rejeki duniawi, tetapi jangan lupa bahwa rejeki kita yang tak ternilai itu adalah ROH KUDUS sendiri.

DAN AMPUNILAH KESALAHAN KAMI, SEPERTI KAMI PUN MENGAMPUNI YANG BERSALAH KEPADA KAMI..
Permohonan bukan hanya mohon rejeki saja, tetapi jangan lupa mohon ampun. Jangan mengira Anda selalu bersih tanpa dosa, hingga layak minta ini dan minta itu. Buat dirimu pantas dulu di hadapan Tuhan, karena orang yang berdosa sebenarnya tak pantas berdiri di hadapan Tuhan, apa lagi minta rejeki macam-macam.. Selain itu juga berjanjilah bahwa kita juga akan mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Jadi TAKE and GIVE-lah, minta ampun dan memberi ampun. Kita jangan serakah hanya pandai minta saja tetapi tak pandai memberi. Oleh karena itu, jika kita tak bisa mengampuni orang lain, mbok ya jangan minta ampun pada Tuhan, karena pasti tak diberi. Pengampunan Tuhan akan datang jika kita sudah mengampuni orang lain.

DAN JANGANLAH MASUKKAN KAMI KE DALAM PERCOBAAN. Sebenarnya jika kita mau Tuhan mengijinkan Setan mencobai kita dan kita bisa mengatasi sebagaimana AYUB, maka percobaan itu akan menguatkan kita. Tetapi jika tidak kuat atau tidak dapat mengatasi percobaan itu hasilnya fatal, jangan-jangan kita bisa semakin menjauhi Tuhan. Maka paling aman ya mohon Tuhan agar tidak mengijinkan Setan mencobai kita. Sebagaimana apa yang saya alami, kadang- kadang panggilan imamat saya dicobai dengan kehadiran gadis-gadis yang punya potensi untuk membuat saya FALL IN LOVE, walaupun saya sering mengatakan NO PROBLEM saya bisa mengatasinya, tetapi juga ada rasa takut, siapa tahu pada suatu saat saya betul-betul FALL.alias tak mampu mengatasinya, maka paling aman mohon sama Tuhan jangan masukkan kami dalam percobaan itu, siapa tahu saya bisa jatuh. (jangan sombong nih!).

TETAPI BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT.
Wah kalau yang ini jangan main-main. Sebagaimana peringatan Santo Petrus : Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. ( 1 Ptr: 5 : 8 ). Bebaskanlah kami ya Tuhan, Amin.


Doa Bapa Kami (kadangkala dikenal dengan kedua kata Latin pertama sebagai Pater Noster, dan dalam

bahasa Yunani sebagai Πάτερ ἡμῶν, adalah doa yang paling terkenal dalam agama Kristen.

Menurut Perjanjian Baru, doa ini diberikan oleh Yesus Kristus kepada murid-muridnya sebagai pedoman

berdoa.

Doa ini diambil dari kitab Injil Matius (6:9-13), yang muncul sebagai bagian dari Khotbah di Bukit.

Sebuah doa yang mirip ada pula di kitab Injil Lukas 11:2-4.

Doksologi (Sebab Engkaulah Raja Yang Mulia dan Berkuasa untuk selama-lamanya. Amin.) kemungkinan

tidak ada dalam versi asli doa ini, tetapi ditambah kepada Injil karena merupakan penggunaannya dalam

liturgi gereja awal. Karena itu doksologi dihapuskan pada banyak terjemahan modern.


Teks Doa Bapa Kami

Meski Yesus kemungkinan besar mengajarkan doa ini dalam bahasa Aram, teks-teks awal kemungkinan besar

terdapat dalam bahasa Yunani. Karena bahasa Latin merupakan bahasa yang resmi dipakai dalam agama

Kristen Barat, maka versi dalam bahasa Latin atau Pater Noster, merupakan sebuah terjemahan penting

dari doa dalam bahasa Yunani ini.
[sunting]

Bahasa Yunani

Dalam bahasa Koinē yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lainnya:

Πάτερ ἡμῶν ὁ ἐν τοῖς οὐρανοῖς
ἁγιασθήτω τὸ ὄνομά σου·
ἐλθέτω ἡ βασιλεία σου·
γενηθήτω τὸ θέλημά σου,
ὡς ἐν οὐρανῷ καὶ ἐπὶ τῆς γῆς·
τὸν ἄρτον ἡμῶν τὸν ἐπιούσιον δὸς ἡμῖν σήμερον·
καὶ ἄφες ἡμῖν τὰ ὀφελήματα ἡμῶν,
ὡς καὶ ἡμεῖς ἀφίεμεν τοῖς ὀφειλέταις ἡμῶν·
καὶ μὴ εἰσενέγκῃς ἡμᾶς εἰς πειρασμόν,
ἀλλὰ ῥῦσαι ἡμᾶς ἀπὸ τοῦ πονηροῦ.
[Ὅτι σοῦ ἐστιν ἡ βασιλεία καὶ ἡ δύναμις καὶ ἡ δόξα εἰς τοὺς αἰῶνας·]
ἀμήν.

Alihaksara:

Pater hēmōn, ho en tois ouranois
hagiasthētō to onoma sou;
elthetō hē basileia sou;
genethetō to thelēma sou,
hōs en ouranōi, kai epi tēs gēs;
ton arton hēmōn ton epiousion dos hēmin sēmeron;
kai aphes hēmin ta opheilēmata hēmōn,
hōs kai hēmeis aphiemen tois opheiletais hēmōn;
kai mē eisenenkēis hēmas eis peirasmon,
alla rhusai hēmas apo tou ponērou.
[Hoti sou estin hē basileia, kai hē dúnamis, kai hē doxa eis tous aiōnas;]
amēn.

[sunting]

Latin

Pater noster, qui es in caelis
Sanctificetur nomen tuum;
Adveniat regnum tuum,fiat voluntas tua,
Sicut in caelo et in terra
Panem nostrum quotidianum da nobis hodie,
et dimitte nobis debita nostra,
sicut et nos dimittimus debitoribus nostris.
Et ne nos inducas in tentationem
sed libera nos a malo.
Amen.

[sunting]

Bahasa Indonesia

Bapa kami yang ada di Sorga,
dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,
di atas bumi seperti di dalam Sorga.
Berikanlah kami rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
[Doksologi: Sebab Tuhanlah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.]

[sunting]

Bahasa Inggris

Menurut versi tahun 1928 Book of Common Prayer yang paling ternama:

Our Father, who art in Heaven,
hallowed be Thy Name.
Thy Kingdom come, Thy Will be done,
on Earth, as it is in Heaven.
Give us this day our daily bread,
and forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us.
And lead us not into temptation,
but deliver us from evil.
[For thine is the kingdom, and the power, and the glory,
for ever and ever.]
Amen.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home